“Sudah lama memang kita ingin membangun kampus ini, tetapi baru kali ini kami mendapat kesempatan. Karena memang di DKI ini sulit sekali untuk mencari lahan yang cukup luas dan bisa dibangun kampus universitas,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, ia mengatakan persoalan lahan memang menjadi persoalan utama. Hal ini disebabkan harga tanah di Jakarta saat ini relatif tinggi.
“Kita memberikan kemudahan perizinan untuk membuka perguruan tinggi, tetapi memang persoalan lahan menjadi persoalan utama. Kalau memang bisa berkolaborasi kami membuka ruang untuk itu,” tuturnya.
Pramono berharap Universitas Ciputra Jakarta dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan dan melahirkan lulusan yang mampu berperan dalam pembangunan Jakarta sebagai kota global. (M4)
