Tes Urine Positif Sabu dan Ganja, Pria Terduga Penyerang Bus Persib U-18 Diperiksa Polisi

Selasa 13 Okt 2026, 12:25 WIB
Polisi mendalami dugaan penyerangan dan perusakan bus rombongan Persib U-18 di Batang, termasuk hasil pemeriksaan terhadap BPA yang diamankan. (Sumber: Instagram)
Polisi mendalami dugaan penyerangan dan perusakan bus rombongan Persib U-18 di Batang, termasuk hasil pemeriksaan terhadap BPA yang diamankan. (Sumber: Instagram)

POSKOTA.CO.ID - Polisi mengungkap hasil tes urine BPA (33), pria yang diamankan terkait dugaan penyerangan dan perusakan bus rombongan Persib U-18 di Batang, Jawa Tengah. Berdasarkan pemeriksaan Satuan Reserse Narkoba Polresta Batang, BPA dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu dan ganja.

Hasil pemeriksaan tersebut disampaikan Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, pada Selasa (13/10/2026). Meski demikian, polisi masih mendalami kaitan antara hasil tes urine tersebut dan dugaan keterlibatan BPA dalam insiden yang menimpa rombongan tim muda Persib Bandung.

“Hasil pemeriksaan oleh Satnarkoba Polresta Batang tadi, ia positif. Ya memakai sabu dan ganja,” kata Bintoro.

Pemeriksaan lanjutan masih dilakukan di Mapolresta Batang untuk mengungkap secara menyeluruh peran BPA dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: Korban Tertimbun Tanah Sumur di Lebak Tewas, Evakuasi 14 Jam

Polisi Temukan Alat Isap dan Minuman Beralkohol

Selain memeriksa urine, petugas juga melakukan penggeledahan terhadap barang bawaan BPA. Dari tas milik pria berusia 33 tahun itu, polisi menemukan sejumlah barang yang kini menjadi bagian dari pemeriksaan.

“Di dalam tas ada alat hisap, dan ada minuman mirasnya juga,” ujar Thio.

Temuan tersebut disampaikan polisi sebagai bagian dari hasil pemeriksaan awal terhadap BPA. Namun, hubungan antara barang-barang yang ditemukan, dugaan konsumsi narkotika, dan aksi penyerangan bus masih perlu didalami melalui proses penyelidikan.

Polisi belum menyimpulkan bahwa kondisi BPA menjadi penyebab terjadinya insiden tersebut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan kronologi kejadian dan peran masing-masing pihak yang berkaitan dengan perkara ini.

Polisi Sebut BPA Suporter Persija

Dalam perkembangan pemeriksaan, polisi juga menyampaikan bahwa BPA merupakan suporter Persija Jakarta. Informasi itu diperoleh setelah petugas berkomunikasi dengan koordinator lapangan (korlap) kelompok suporter yang bersangkutan.

Menurut Thio, polisi sempat bertemu dengan korlap ketika BPA diamankan. Dalam komunikasi tersebut, korlap menyatakan bahwa dugaan tindakan pidana yang dilakukan BPA berada di luar tanggung jawabnya.

“Dapat kami pastikan (Suporter Persija), karena kemarin saat diamankan, kami juga ketemu Korlapnya, itu sudah kami omongkan, tapi dari Korlap juga sudah berbicara, itu di luar tanggung jawabnya, karena itu sudah melakukan suatu tindak pidana,” kata Thio.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari pihak kepolisian mengenai hasil komunikasi dengan korlap. Adapun tanggung jawab pidana dalam insiden ini tetap harus ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan dan proses hukum yang berlaku.

Fakta Sementara Kasus Dugaan Penyerangan Bus Persib U-18

Berikut sejumlah informasi yang disampaikan polisi terkait perkembangan kasus tersebut:

Identitas terduga pelaku: BPA, pria berusia 33 tahun.

Hasil tes urine: Positif sabu dan ganja berdasarkan pemeriksaan Satresnarkoba Polresta Batang.

Barang yang ditemukan: Alat yang diduga digunakan untuk mengisap narkoba dan minuman beralkohol.

Keterangan mengenai kelompok suporter: Polisi menyebut BPA merupakan suporter Persija Jakarta.

Status pemeriksaan: Penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan BPA dalam penyerangan dan perusakan bus rombongan Persib U-18.

Baca Juga: Jadwal Megawati di KOVO Cup 2026 Main Kapan dan Live di Mana? Cek Jam Tanding Hillstate

Polisi Dalami Keterlibatan BPA

Kasus dugaan penyerangan bus Persib U-18 masih dalam penanganan Polresta Batang. Polisi perlu memastikan rangkaian kejadian, mengumpulkan bukti, serta memeriksa keterangan pihak-pihak terkait sebelum menarik kesimpulan mengenai perkara tersebut.

Hasil tes urine dan barang yang ditemukan saat penggeledahan menjadi bagian dari informasi yang sedang ditelusuri penyidik. Sementara itu, dugaan keterlibatan BPA dalam penyerangan dan perusakan bus belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan temuan tersebut.

Perkembangan penyelidikan diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kronologi insiden dan pertanggungjawaban pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum.


Berita Terkait


News Update