JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kebakaran hebat menghanguskan pemukiman padat penduduk di Jalan Kramat Pulo Dalam 2, RT 014 RW 05, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut meratakan seluruh bangunan rumah di area RT 14 dan menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak.
Salah seorang saksi sekaligus korban kebakaran, Bedy Sandi, 47 tahun, menceritakan bahwa api pertama kali muncul dari bagian atap rumah warga berstruktur kayu. Api diduga dipicu oleh korsleting pada jaringan kabel tiang listrik yang saling tumpang tindih dan berantakan di sekitar lokasi.
"Atap rumah terbakar akibat rembetan dari kabel tiang listrik yang semrawut. Kondisi angin saat itu sedang kencang, sehingga api menyebar sangat cepat ke bangunan lain," kata Bedy saat ditemui Poskota di lokasi pengungsian.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat berhasil mengendalikan kobaran api utama pada pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Ancaman Kebakaran Akibat El Nino di Jakarta, Pramono Sebut Kawasan Padat Penduduk Rawan Terdampak
Namun, proses pendinginan total baru dapat diselesaikan sekitar pukul 23.00 WIB lantaran petugas mengalami kesulitan memadamkan salah satu bangunan berlantai tiga.
Dampak kebakaran ini membuat warga kehilangan seluruh harta benda. Selain kendaraan motor, sepeda, barang elektronik, dan dokumen penting, perlengkapan sekolah anak-anak juga ikut ludes terbakar. Warga kini hanya mengandalkan pakaian yang melekat di badan.
Saat ini, Bedy bersama istri dan tiga anaknya terpaksa mengungsi di tenda darurat. Ia mengeluhkan anak keduanya yang duduk di kelas 2 SMK/STM tidak dapat masuk sekolah akibat kehilangan seluruh seragam dan peralatan belajar.
"Harapan kami agar pemerintah segera memberikan bantuan yang dibutuhkan, terutama pakaian seragam sekolah agar anak-anak bisa kembali belajar," ujar Bedy.
Warga Keluhkan Respons Lambat Penataan Kabel
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Abdul Hamit, 50 tahun. Menurutnya, potensi bahaya dari kabel tiang listrik yang semrawut sudah lama menjadi kekhawatiran warga setempat karena sering memicu korsleting.
"Warga di sini menyesalkan kurangnya respons dari instansi terkait. Kalau ada korsleting, selama ini warga terpaksa swadaya patungan bayar orang untuk betulkan kabel sendiri," tutur Abdul.
Pantauan di lokasi menunjukkan titik kebakaran berada di dalam gang sempit dengan pemukiman padat bertingkat. Saat ini, seluruh bangunan di area RT 14 rata dengan tanah, dan para pemilik rumah hanya bisa memilah sisa-sisa puing besi di antara bekas kebakaran.
