Setelah konglomerasi mapan, ia bergerak ke oligarki. Ini koalisi konglomerat dengan politisi (pengusaha-penguasa) untuk mencipta dinasti. Mereka lalu menguasai, mengendalikan dan mengatur semau mereka wajah publik.
Setelah tercipta oligarki, tradisi berikutnya adalah KKN. Korupsi jadi cara mengakumulasi dan melanggengkan kekuasaannya. Dengan korupsi, mereka kaya dan langgeng, abadi dan mimpi immortal.
Setelah KKN dirasa tak cukup, dikembangkanlah utang luar negeri. Mereka yang bikin, tetapi rakyat yang diperintah membayarnya. Utang ini menjadi cara termudah "mengkayakan diri dan kelompoknya" tanpa pertanggungjawaban publik.
Baca Juga: Ekonomika Pancasila: Kini Rupiah Makin Tak Berdaulat
Sebagai puncaknya, mereka melakukan industri ekstraktif. Ini adalah jenis kegiatan industri yang mengambil, menggali, dan memanfaatkan bahan baku langsung dari sumber daya alam tanpa melakukan proses budidaya terlebih dahulu. Modal kecil tapi hasil sangat besar. Lingkungan rusak dan terjadi pemiskinan struktural di sekitarnya.
Singkatnya, ortodoksi ekonomi itu jalan sesat dan menyesatkan. Menghancurkan proklamasi, menghilangkan kekayaan nasional, mendelet kepentingan nasional dan mengkhianati pancasila serta konstitusi.
Opini ini ditulis oleh CEO Nusantara Centre, Yudhie Haryono.
