Shell juga memastikan produk bahan bakar yang dipasok tetap mengikuti standar kualitas yang selama ini diterapkan.
Artinya, perubahan kepemilikan bisnis SPBU tidak secara otomatis berarti terjadi perubahan terhadap standar kualitas bahan bakar yang dijual kepada konsumen.
Kepastian mengenai pasokan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam proses transisi.
Konsumen tetap dapat memperoleh produk BBM dengan merek Shell, sementara pengelolaan operasional SPBU dilakukan oleh entitas yang berada di bawah pemilik baru.
Selain persoalan BBM, keberlanjutan layanan kepada pelanggan juga menjadi bagian dari proses transisi.
Shell memastikan layanan kepada konsumen tetap menjadi perhatian meskipun pengelolaan jaringan SPBU berpindah kepada PT Isla Energy Indonesia.
Salah satu layanan yang terdampak perubahan struktur bisnis adalah program loyalitas Shell GO+.
Data anggota program tersebut akan dialihkan kepada PT Isla Energy Indonesia untuk menjaga kesinambungan layanan kepada pelanggan.
Baca Juga: Pemilik 88 Seoul Paskal Bandung Siapa? Ini Profil Restoran Korea yang Diduga Picu Keracunan Massal
Apakah BBM Bensin Shell Akan Kembali Tersedia?
Perubahan kepemilikan bisnis SPBU Shell membuka peluang bagi operasional jaringan tersebut untuk kembali berjalan lebih normal.
Terlebih, produk bahan bakar tetap akan dipasok oleh Shell setelah pengelolaan bisnis beralih.
Namun, belum ada keterangan resmi yang memastikan kapan seluruh jenis BBM bensin akan kembali tersedia secara penuh di seluruh jaringan SPBU Shell.
