Pedagang Pasar Jakarta Geruduk Balai Kota, Protes Biaya Revitalisasi Terlau Tinggi

Rabu 07 Okt 2026, 16:07 WIB
Pedagang dari sejumlah pasar di Jakarta menggelar aksi di depan Balai Kota DKI memprotes biaya revitalisasi hingga ratusan juta rupiah per lapak, Rabu (7/10/2026). (Sumber: Istimewa)
Pedagang dari sejumlah pasar di Jakarta menggelar aksi di depan Balai Kota DKI memprotes biaya revitalisasi hingga ratusan juta rupiah per lapak, Rabu (7/10/2026). (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Puluhan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

Mereka memprotes biaya revitalisasi pasar yang dinilai terlalu tinggi dan membebani pedagang kecil. Dalam aksi tersebut, pedagang dari Pasar Sunter Podomoro, Pasar Serdang, dan Pasar Pademangan mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun tangan menyelesaikan polemik dengan Perumda Pasar Jaya.

Massa berkumpul di depan gerbang utama Balai Kota sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Revitalisasi Pasar yang Tidak Berpihak pada Pedagang!". Sebuah mobil komando juga digunakan untuk menyampaikan aspirasi.

Aksi sempat memanas ketika sejumlah pedagang mendekati gerbang dan berusaha masuk untuk menemui Gubernur DKI. Mereka bahkan sempat mendorong dan mendobrak pagar besi hingga mengalami kerusakan.

Baca Juga: Pengamanan Gedung DPR dan Aksi Demo BEM SI, Lalu Lintas Senayan Masih Lancar

Petugas kepolisian dan keamanan kemudian membentuk barikade untuk menahan massa. Setelah gagal masuk ke area Balai Kota, para pedagang bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando.

Perwakilan Aliansi Pedagang Pasar Jakarta, Sutanto, mengatakan aksi tersebut kembali digelar karena aspirasi pedagang yang disampaikan dalam audiensi sebelumnya belum mendapat kepastian.

"Jadi kemarin waktu 31 Agustus kan kita sudah audiensi ke sini. Di situ kita masukkan aspirasi, dan mereka minta kita waktu 14 hari. Sampai sekarang sudah sebulan tidak ada tanggapan sama sekali," kata Sutanto.

Menurut dia, persoalan serupa dialami pedagang di sejumlah pasar. Karena itu, para pedagang membentuk aliansi untuk memperjuangkan kepentingan mereka.

Baca Juga: Mahasiswa Demo di DPR, Pendidikan Gratis Diharapkan Tak Cuma Wacana

Sutanto menyebut pedagang keberatan dengan skema revitalisasi yang membuat mereka harus membeli atau membayar lapak baru dengan harga puluhan juta rupiah per meter persegi.


News Update