POSKOTA.CO.ID - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengonfirmasi kesiapan pengiriman logistik genteng lokal skala besar yang diproduksi oleh para perajin UMKM di Jawa Barat.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri PKP Maruarar Sirait seusai rapat koordinasi bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan, program gentengisasi bukan sekadar pemenuhan material fisik perumahan, melainkan langkah konkret menggerakkan kembali roda ekonomi lokal di daerah sentra produksi.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong program, di antaranya penggunaan genteng. Pak Menteri PKP sudah melakukan langkah-langkah merealisasikan arahan dari Bapak Presiden mengenai gentengisasi,” ujar Tito.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Perintahkan Pemprov Jakarta Relokasi Korban Kebakaran Manggarai
Tahap Awal di Purwakarta dan Majalengka
Proses kurasi dan pendampingan kualitas telah berjalan selama enam bulan terakhir. Pemerintah daerah bersama Kementerian PKP memastikan produk yang diserap pasar perumahan telah memenuhi spesifikasi teknis dan ketahanan bangunan.
Dua wilayah sentra di Jawa Barat menjadi pilar utama dalam tahap awal pendistribusian ini, antara lain:
Sentra Plered, Kabupaten Purwakarta
- Jadwal Pengiriman: 2 Oktober 2026
- Volume Logistik: 500.000 unit genteng (menggunakan 125 truk)
- Keterlibatan UMKM: 14 perajin lokal (4 ber-SNI, 10 lolos uji keandalan)
Sentra Kabupaten Majalengka
- Jadwal Pengiriman: 8 November 2026
- Volume Logistik: 2,4 juta unit genteng (menggunakan 600 truk)
- Keterlibatan UMKM: 45 perajin lokal (34 ber-SNI, 11 lolos uji keandalan)
Baca Juga: Wisma Atlet Ingin Dirubah Jadi Hunian Masyarakat, Menteri PKP Maruarar Sirait Sudah Izin Presiden
Standar SNI dan Multiplier Effect Ekonomi
Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan, pemerintah tidak hanya menjadi pembeli (offtaker), tetapi juga mendorong standardisasi produk.
Perajin lokal yang sebelumnya belum memiliki lisensi Standar Nasional Indonesia (SNI) mendapatkan pembinaan intensif dari Pemprov Jawa Barat, Pemkab Purwakarta, dan Pemkab Majalengka.
"Yang kita mau adalah memberdayakan UMKM, tapi kualitasnya di-upgrade dulu. Jadi ada multiplier effect-nya. UMKM-nya jalan, kualitas produknya juga semakin baik," tegas Maruarar.
