PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mulai merancang penyesuaian rute angkutan kota dan perdesaan guna menyambut reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan.
Langkah ini diambil agar stasiun-stasiun kereta api yang nantinya beroperasi dapat langsung terintegrasi dengan pemukiman warga, pusat perbelanjaan, dan kawasan ekonomi.
Proyek reaktivasi rel kereta api Rangkasbitung-Labuan tersebut telah masuk dalam dokumen prioritas RPJPD Kabupaten Pandeglang 2025–2045.
Kasie Angkutan Dinas Perhubungan Pandeglang, Yusep Yogianto, menegaskan kesiapan angkutan penunjang sangat penting agar konektivitas transportasi berjalan maksimal.
Baca Juga: 300 Hektare Lahan Pertanian Kekeringan di Pandeglang, DPKP Petakan Wilayah Prioritas
"Reaktivasi jalur kereta api ini masuk prioritas RPJPD 2025–2045. Trayek angkutan yang ada otomatis harus terkoneksi dengan stasiun-stasiun," kata Yusep, Selasa, 29 September 2026.
Rancang Konektivitas Stasiun Pandeglang hingga Labuan
Dalam RPJMD 2025–2029, Dishub Pandeglang menyusun peta rute angkutan yang menghubungkan Stasiun Pandeglang, Saketi, hingga Cigondang-Labuan.
Sejumlah terminal tipe C seperti Terminal Cadasari, Anten, Mengger, dan Kadubanen juga disiapkan sebagai feeder atau simpul pengumpan bagi calon penumpang kereta.
Untuk kawasan Stasiun Kadomas, trayek angkutan existing yang melintasi Terminal Kadubanen akan dikaji ulang guna mengoptimalkan integrasi antarmoda.
Baca Juga: Jelang Penyelesaian Tol Serang-Panimbang, Retribusi Tenaga Kerja Asing di Pandeglang Berkurang
"Trayek yang ada akan kami kaji ulang, termasuk opsi menambah rute baru atau menghidupkan kembali trayek yang sempat nonaktif," ujarnya.
