Bagi investor jangka panjang, keputusan pembelian biasanya berkaitan dengan tujuan memiliki emas sebagai bagian dari diversifikasi aset.
Sementara itu, bagi investor yang berorientasi jangka pendek, perubahan harga harian dan indikator teknikal dapat menjadi perhatian yang lebih besar.
Pandangan mengenai cara melihat emas tersebut juga disampaikan pengusaha dan kreator konten finansial Raymond Chin.
Dikutip dari kanal YouTube Raymond Chin, ia mengingatkan, agar emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen untuk mengejar keuntungan dalam waktu singkat.
“Kenapa emas dibilang safe haven dan tepat untuk melindungi kekayaan, bukan untuk meledakkan kekayaan? Karena dilihat sebagai investasi jangka panjang,” kata Raymond Chin.
Menurutnya, karakter emas sebagai aset pelindung kekayaan perlu dipahami sebelum seseorang memutuskan untuk membeli.
Kenaikan harga emas yang signifikan sendiri dapat memunculkan fenomena fear of missing out atau FOMO.
Kondisi tersebut terjadi ketika seseorang membeli aset karena khawatir kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan, bukan karena memahami alasan pembelian.
Pendiri Genesis Holdings itu pun mengatakan, agar investor tidak mengambil keputusan hanya karena melihat harga emas mengalami kenaikan.
“Jangan ngelihat emas sebagai profit jangka pendek,” tandas Raymond Chin.
Kendati demikian, keputusan membeli maupun menjual tetap perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, kemampuan finansial, risiko, serta jangka waktu investasi masing-masing.
