2.373 Personel Amankan Laga Indonesia VS Malaysia di Ajang FIFA ASEAN Cup 2026

Senin 28 Sep 2026, 12:43 WIB
Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 2.373 personel untuk mengamankan laga lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026 antara tim nasional Indonesia VS Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). (Sumber: Polda Metro Jaya)
Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 2.373 personel untuk mengamankan laga lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026 antara tim nasional Indonesia VS Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). (Sumber: Polda Metro Jaya)

SENAYAN, POSKOTA.CO.ID - Rangkaian pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 kembali digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Senin, 28 September 2026.

Sebanyak dua laga dijadwalkan berlangsung, yakni Singapura melawan Bangladesh serta Indonesia vs Malaysia.

"Untuk mengamankan seluruh rangkaian pertandingan tersebut, Polri mengerahkan 2.373 personel melalui Operasi Garuda Bakti 2026 di wilayah hukum Polda Metro Jaya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Senin, 28 September 2026.

Budi menjelaskan ribuan personel ditempatkan di sejumlah titik yang berkaitan dengan pelaksanaan pertandingan.

Baca Juga: Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Singapura FIFA ASEAN CUP 2026 Hari Ini di Mana Saja? Cek Tempatnya di Jakarta

Pengamanan dilakukan mulai dari hotel tim dan ofisial hingga kawasan stadion untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif bagi seluruh pihak.

“Personel juga disiapkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, sterilisasi, pemeriksaan di pintu masuk, serta patroli dan pengawasan di sekitar kawasan GBK,” ungkap Budi.

Selain area stadion, kata Budi, pengamanan juga mencakup jalur yang dilalui rombongan tim menuju SUGBK serta kawasan VIP dan VVIP. Penempatan personel dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama pertandingan berlangsung.

Budi mengatakan personel yang bertugas telah diarahkan untuk menjalankan pengamanan secara profesional, sesuai prosedur, tegas, dan terukur. Keselamatan masyarakat maupun seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan tetap menjadi perhatian utama.

“Kami mengedepankan pendekatan yang profesional dan humanis. Petugas juga diarahkan menghindari tindakan kekerasan serta penggunaan senjata api maupun gas air mata dalam penertiban, kecuali dalam kondisi tertentu sesuai prosedur,” jelas Budi.

Lanjut Budi, koordinasi antara kepolisian, panitia penyelenggara, dan sejumlah unsur terkait juga terus dilakukan selama pertandingan. Pemeriksaan terhadap penonton dan pihak yang memasuki stadion menjadi salah satu bagian dari pengamanan.


Berita Terkait


News Update