POSKOTA.CO.ID - Alasan Rizki Juniansyah absen di Asian Games 2026 menjadi perhatian setelah lifter putra Indonesia tersebut dipastikan tidak dapat tampil di ajang olahraga multicabang Aichi-Nagoya 2026.
Rizki sebelumnya masuk dalam proyeksi kontingen Indonesia untuk cabang olahraga angkat besi, khususnya kelas 85 kilogram.
Namun, namanya tidak tercantum dalam daftar atlet yang akan bertanding di nomor tersebut.
Absennya Rizki cukup mengejutkan karena atlet tersebut sebelumnya telah berangkat ke Jepang bersama kontingen Indonesia.
Rizki juga memiliki rekam jejak prestasi internasional yang membuatnya menjadi salah satu nama penting dalam cabang angkat besi Indonesia.
Ia merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 sehingga kehadirannya di Asian Games 2026 turut dinantikan.
Informasi mengenai ketidakhadiran Rizki mulai diketahui dari start list package pertandingan angkat besi kelas 85 kilogram.
Dokumen tersebut memuat daftar atlet yang dijadwalkan bertanding, termasuk pembagian grup serta informasi teknis pertandingan.
Dalam daftar yang beredar, nama Rizki tidak tercantum di Grup A maupun Grup B kelas 85 kilogram.
Pertandingan angkat besi kelas 85 kilogram Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Nagoya Trade and Industry Center, Nagoya.
Sebelumnya, start list package telah disusun sejak Senin, 21 September 2026 atau sekitar satu pekan sebelum pertandingan kelas tersebut digelar.
Meskipun data dalam dokumen tersebut masih dapat mengalami perubahan, tidak tercantumnya nama Rizki menjadi perhatian karena ia sebelumnya diproyeksikan turun di kelas tersebut.
Lantas, alasan Rizki Juniansyah absen di Asian Games 2026 apa? Berikut penjelasan terbarunya yang bisa disimak lebih lanjut.
Baca Juga: Viral Anak Ayam Diduga Souvenir Pernikahan Ditemukan Terlantar di Gate A MRT Lebak Bulus
Alasan Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026 Apa?
Kepastian mengenai absennya di Asean Games 2026 itu sendiri disampaikan melalui keterangan yang dirilis oleh PABSI, NOC Indonesia, dan Rizki Juniansyah.
Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan untuk mencabut skorsing sementara yang dikenakan kepada Rizki.
Keputusan tersebut membuat Rizki tidak dapat mengikuti pertandingan angkat besi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
"Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah menolak untuk mencabut skorsig sementara yang dijatuhkan Federasi Angkat Besi Internasional. Dampaknya, Rizki tidak akan berpartisipasi di Asian Games Aichi-Nagoya," demikian keterangan yang dikutip pada Minggu, 27 September 2026.
Lewat keterangan tersebut, pihak PABSI, NOC Indonesia, dan Rizki juga menjelaskan, skorsing sementara tersebut berkaitan dengan dugaan kegagalan dalam pelaporan lokasi keberadaan atau whereabouts.
Pelaporan lokasi keberadaan menjadi bagian dari mekanisme pengawasan anti-doping.
Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Jakarta Minggu 27 September 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
Atlet yang masuk dalam sistem pengujian tertentu memiliki kewajiban untuk memberikan informasi mengenai keberadaannya sehingga dapat menjalani pemeriksaan di luar kompetisi apabila diperlukan.
Dalam kasus Rizki, proses pemeriksaan tersebut masih berjalan. Karena itu, status skorsing yang dikenakan kepadanya disebut sebagai tindakan sementara selama proses pemeriksaan berlangsung.
"Skorsing sementara ini merupakan langkah prosedural sambil menunggu proses pemeriksaan terkait dugaan kegagalan pelaporan lokasi keberadaan, yaitu kesediaan untuk menjalani tes di luar kompetisi," lanjut keterangan tersebut.
Lebih lanjut, dalam keterangannya, keputusan skorsing sementara itu tidak dapat diartikan sebagai keputusan bahwa Rizki telah terbukti melakukan pelanggaran aturan anti-doping.
"Keputusan ini bukan merupakan pernyataan bahwa Rizki sudah melakukan pelanggaran aturan anti-doping, dan proses yang berjalan baru saja dimulai. Kasus ini tidak melibatkan zat terlarang. Rizki juga tidak pernah memiliki hasil tes positif dalam kariernya, termasuk dalam pemeriksaan doping terakhirnya pada Agustus 2026," jelas pernyataan itu.
