CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat. Selain menjadi jembatan komunikasi antarumat, organisasi keagamaan juga berperan menanamkan nilai-nilai toleransi, memperkuat moderasi beragama, serta mencegah berkembangnya paham radikalisme dan ujaran kebencian.
Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Abdul Karim dalam kegiatan Dialog Wakil Rakyat DPRD Jabar bertema Peran Organisasi Keagamaan Menjaga Kerukunan Umat Beragama di lingkungan Masjid Al-Jihad, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Senin, 14 Oktober 2026.
Menurut Abdul Karim, kerukunan umat beragama merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi keagamaan, perlu mengambil bagian aktif dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Organisasi keagamaan, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembinaan umat, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk mempertemukan berbagai pandangan dan membangun rasa saling pengertian di tengah perbedaan.
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Pantau Pembangunan Jalan Cianjur, Anggaran Terserap Rp86,4 Miliar
Melalui komunikasi yang terbuka, masyarakat diharapkan dapat memahami perbedaan keyakinan secara bijak dan menjadikannya sebagai kekayaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah persaudaraan, melainkan harus menjadi dasar untuk saling menghormati dan memperkuat persatuan,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Selain menjadi jembatan komunikasi, organisasi keagamaan juga memiliki peran penting sebagai penggerak moderasi beragama. Pemahaman agama yang toleran, seimbang, dan adil perlu terus ditanamkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan, ujaran kebencian, maupun ajakan yang mengarah pada tindakan intoleran.
Menurut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cianjur itu, sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah sungguh penting. Melalui jaringan yang dekat dengan masyarakat, organisasi keagamaan dapat membantu menyosialisasikan nilai-nilai perdamaian sekaligus memperluas jangkauan program pemerintah hingga ke tingkat akar rumput.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat bahwa menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab bersama.
Di bidang sosial, organisasi keagamaan juga dapat menjadi pelopor kegiatan lintas agama, seperti gotong royong, bakti sosial, dan bantuan kemanusiaan ketika terjadi bencana. Kegiatan semacam ini dapat mempererat hubungan antarwarga tanpa membedakan latar belakang keyakinan.
“Semangat kebersamaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Gotong royong dan kegiatan sosial menjadi sarana untuk membangun kepedulian serta memperkuat hubungan antarmasyarakat,” menjadi salah satu pesan penting dalam upaya merawat kerukunan umat.
Tak kalah penting, organisasi keagamaan diharapkan memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan positif. Kaderisasi, forum diskusi, dan dialog lintas agama dapat menjadi sarana menumbuhkan kesadaran kebangsaan serta sikap toleran sejak dini.
Dengan keterlibatan generasi muda, nilai-nilai kerukunan tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Dialog Wakil Rakyat tersebut, diharapkan terbangun kesadaran bersama mengenai pentingnya peran organisasi keagamaan dalam merawat keberagaman. Sinergi antara tokoh agama, pemerintah, pemuda, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menghormati di Kabupaten Cianjur maupun Jabar secara luas.
