Dirjen Perkebunan melakukan penanaman bibit kelapa di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Kamis 2 Juli 2026. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

Daerah

Dirjen Perkebunan Tanam Bibit Kelapa di Pandeglang, Perkuat Pengembangan Komoditas Nasional

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil melakukan penanaman bibit kelapa di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 2 Juli 2026.

Penanaman dilakukan serentak di 30 titik. Langkah ini sebagai upaya program hilirisasi perkebunan sekaligus revitalisasi perkebunan kelapa di Kabupaten Pandeglang agar kembali produktif.

"Khusus di Kabupaten Pandeglang dilakukan penanaman bibit kelapa sebagai bagian dari program hilirisasi perkebunan," kata Ali, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut Ali, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian, khususnya subsektor perkebunan.

Baca Juga: Pegawai Koperasi di Pandeglang Tewas Diterkam Buaya

"Sesuai arahan Bapak Presiden mengenai hilirisasi pertanian, untuk sektor perkebunan dilakukan melalui pengembangan komoditas seperti tebu, kelapa, kopi, kakao, dan lainnya guna mempercepat ekspor serta meningkatkan devisa negara," ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan benih untuk pengembangan kelapa di lahan seluas lebih dari 151 ribu hektare di seluruh Indonesia.

"Karena sifatnya hilirisasi, kami menyiapkan pengembangannya di wilayah yang memang sudah memiliki tanaman kelapa agar lebih mudah dikembangkan bersama masyarakat," ucapnya.

Ia menambahkan, program tersebut dilakukan melalui dua skema, yakni perluasan areal tanam dan peremajaan tanaman kelapa yang sudah tua.

Baca Juga: DPRD Pandeglang Dukung Kejari Bersih-Bersih Program Makan Bergizi Gratis

"Jenis yang ditanam adalah kelapa dalam. Dengan perawatan yang baik, sekitar empat tahun sudah mulai menghasilkan," tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Banten, M. Nasir Dauh, mengatakan, pihaknya memperoleh alokasi pengembangan perkebunan kelapa seluas 3.500 hektare yang tersebar di dua kabupaten.

"Sebanyak 2.000 hektare berada di Kabupaten Pandeglang dan 1.500 hektare di Kabupaten Lebak," kata dia.

Program tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap hilirisasi sektor perkebunan sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman kelapa yang selama ini terus menurun.

"Selama ini pengembangan kelapa cukup baik, namun produktivitasnya rendah karena sebagian besar tanaman sudah berumur tua. Selain itu, pola pemanfaatan juga berubah, dari yang sebelumnya dipanen buah tua kini lebih banyak dipanen sebagai kelapa muda," jelasnya.

Karena itu, revitalisasi perkebunan kelapa dinilai sangat penting agar produktivitas kembali meningkat.

Baca Juga: Kejari Pandeglang Musnahkan Barang Bukti 63 Perkara Tindak Pidana

"Potensi perkebunan kelapa di Banten sangat besar. Kami berharap kejayaan komoditas kelapa dapat kembali bangkit dalam beberapa tahun ke depan setelah program ini berjalan," ujarnya.

Ia optimistis program tersebut akan memberikan nilai tambah bagi sektor perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui program ini produktivitas perkebunan kelapa akan meningkat sehingga kesejahteraan petani juga ikut terangkat," katanya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Reza Kurniawan menyatakan dukungan terhadap program hilirisasi perkebunan kelapa yang dijalankan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, alokasi penanaman kelapa seluas 2.000 hektare di Kabupaten Pandeglang akan menjadi peluang besar bagi peningkatan ekonomi petani.

"Alhamdulillah Pandeglang mendapat alokasi 2.000 hektare penanaman kelapa. Tentu ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Pandeglang," pungkasnya.

Tags:
bibit kelapakementanpandeglang

Samsul Fatoni

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor