Ilustrasi Cara menabung uang. (Sumber: Unsplash/Alexander Grey)

EKONOMI

7 Cara Menabung yang Efektif untuk Pemula, Mudah dan Anti Gagal

POSKOTA.CO.ID - Menabung menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kondisi keuangan yang sehat. Meski terdengar sederhana, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kebiasaan menyisihkan uang secara rutin untuk masa depan.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2025 menunjukkan bahwa hanya sekitar 49 persen masyarakat Indonesia yang telah memiliki tabungan atau instrumen investasi.

Kondisi ini menandakan masih banyak individu yang belum memiliki cadangan dana untuk menghadapi situasi darurat.

Padahal, tabungan berperan penting sebagai fondasi keuangan sebelum seseorang mulai berinvestasi atau merencanakan tujuan finansial jangka panjang.

Baca Juga: FIFGROUP Cetak Prestasi di IRCA 2026, Menang Kategori Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance

Mengapa Menabung Sangat Penting?

Ilustrasi seseorang sedang menabung untuk masa depan. (Sumber: Pinterest)

Memiliki tabungan memberikan perlindungan finansial saat menghadapi kondisi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Selain itu, tabungan juga membantu seseorang mencapai berbagai tujuan finansial, mulai dari membeli rumah, mempersiapkan dana pendidikan anak, hingga merencanakan masa pensiun.

Tanpa tabungan yang memadai, risiko berutang saat menghadapi kebutuhan mendesak akan semakin besar.

Keuntungan Menabung Sejak Usia Muda

Memulai kebiasaan menabung sejak dini memberikan keuntungan besar karena adanya faktor waktu.

Baca Juga: Bagaimana Cara Jadi Buzzer dan Dibayar? Ini Tips untuk Dapat Banyak Cuan

Sebagai ilustrasi, seseorang yang rutin menyisihkan Rp500.000 setiap bulan sejak usia 25 tahun dapat mengumpulkan dana sekitar Rp60 juta dalam 10 tahun, belum termasuk bunga atau hasil investasi.

Sementara jika baru memulai pada usia 30 tahun, jumlah dana yang terkumpul hanya sekitar Rp30 juta dalam periode yang sama.

Semakin cepat memulai, semakin ringan pula beban menabung di masa mendatang.

Kapan Waktu Terbaik untuk Mulai Menabung?

Jawabannya adalah sekarang.

Tidak ada kata terlalu cepat maupun terlalu terlambat untuk mulai menabung. Hal terpenting bukanlah besarnya nominal yang disisihkan, melainkan konsistensi dalam melakukannya.

Bahkan, menabung Rp50.000 per minggu sudah cukup untuk membangun kebiasaan finansial yang positif. Dalam setahun, dana yang terkumpul bisa mencapai Rp2,6 juta.

Langkah Awal Memulai Kebiasaan Menabung

Salah satu langkah penting bagi pemula adalah membuka rekening tabungan terpisah dari rekening utama.

Baca Juga: BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Modus Penipuan BNIdirect

Dengan cara ini, dana tabungan tidak mudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, biasakan untuk langsung memindahkan sebagian penghasilan ke rekening tabungan segera setelah menerima gaji.

Prinsip "menabung di awal, bukan dari sisa pengeluaran" menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola keuangan.

Kenali Metode 50/30/20

Metode 50/30/20 merupakan aturan pengelolaan keuangan yang dipopulerkan oleh Senator Amerika Serikat, Elizabeth Warren.

Konsepnya cukup sederhana, yakni membagi penghasilan bulanan menjadi tiga kategori:

Sebagai contoh, jika memiliki penghasilan Rp5 juta per bulan, maka pembagiannya dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Kebutuhan pokok: Rp2,5 juta
  2. Keinginan: Rp1,5 juta
  3. Tabungan dan investasi: Rp1 juta

Jika porsi 20 persen terasa berat, mulailah dari 10 persen terlebih dahulu dan tingkatkan secara bertahap.

7 Tips Menabung yang Mudah Diterapkan

  1. Prioritaskan Menabung di Awal

Segera sisihkan dana tabungan setelah menerima gaji. Manfaatkan fitur autodebet agar proses menabung berlangsung otomatis setiap bulan.

  1. Terapkan Aturan 24 Jam Sebelum Berbelanja

Sebelum membeli barang yang bukan kebutuhan utama, tunggu selama 24 jam. Cara ini efektif mengurangi pembelian impulsif yang sering menguras pengeluaran.

  1. Biasakan Membawa Bekal dari Rumah

Membeli makanan di luar setiap hari dapat menghabiskan ratusan ribu rupiah per bulan. Membawa bekal menjadi salah satu cara sederhana untuk meningkatkan jumlah tabungan.

  1. Maksimalkan Promo dan Cashback

Gunakan promo serta cashback dari dompet digital untuk transaksi harian. Dana cashback yang terkumpul dapat langsung dialokasikan ke tabungan.

  1. Jual Barang yang Sudah Tidak Digunakan

Barang bekas yang masih layak pakai dapat dijual melalui marketplace. Hasil penjualan bisa dimanfaatkan untuk menambah tabungan atau dana darurat.

  1. Tetapkan Target Finansial yang Jelas

Menabung akan terasa lebih mudah jika memiliki tujuan yang spesifik, seperti dana darurat enam bulan gaji, uang muka rumah, atau biaya liburan.

  1. Manfaatkan Fitur Celengan Digital

Sejumlah bank kini menyediakan fitur tabungan otomatis yang membulatkan nominal transaksi. Selisih pembulatan tersebut akan langsung masuk ke rekening tabungan.

Cara Menghitung Target Tabungan

Agar lebih terarah, berikut beberapa rumus sederhana yang dapat digunakan:

Misalnya, jika pengeluaran bulanan mencapai Rp4 juta, maka dana darurat ideal bagi karyawan adalah sekitar Rp24 juta.

Pilihan Tabungan yang Bisa Dipertimbangkan

Beberapa produk tabungan dari bank nasional menawarkan fitur yang beragam, mulai dari bebas biaya administrasi hingga fasilitas autodebet.

Di antaranya adalah produk tabungan dari Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, serta CIMB Niaga.

Nasabah disarankan untuk membandingkan biaya administrasi, suku bunga, serta fitur digital sebelum memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Deposito atau Tabungan Biasa, Mana yang Lebih Baik?

Tabungan biasa menawarkan fleksibilitas karena dana dapat ditarik kapan saja, sehingga cocok digunakan sebagai dana darurat.

Sementara itu, deposito memberikan bunga yang relatif lebih tinggi, namun dana akan terkunci dalam jangka waktu tertentu.

Strategi yang umum diterapkan adalah menyimpan dana darurat di rekening tabungan biasa, sedangkan dana jangka panjang dapat ditempatkan pada deposito atau instrumen investasi lainnya.

Kesalahan Menabung yang Harus Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan pemula saat menabung, antara lain:

Konsistensi menjadi kunci utama dalam membangun kebiasaan menabung. Berapa pun nominal yang disisihkan, kebiasaan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi kondisi keuangan di masa depan.

Tags:
Cara Menabung yang Efektifcadangan danaOJKOtoritas Jasa KeuanganMenabung

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor