Anggota Viking Persib Club Distrik Sukajadi saat melakukan koordinasi internal. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

OLAHRAGA

18 Tahun Viking Sukajadi, Eksis Kawal Persib Lewat Semangat "Rumingkang Paweungan Keur Persib"

POSKOTA.CO.ID - Eksistensi Viking Distrik Sukajadi sebagai salah satu basis suporter Persib Bandung terus terjaga. Memasuki usia ke 18 tahun, komunitas bobotoh yang berada di wilayah Sukajadi, Kota Bandung, ini menegaskan komitmennya untuk terus bergerak, mandiri, dan berkarya demi mendukung perjalanan Maung Bandung.

Momentum hari jadi ke-18 Viking Sukajadi tahun 2026 ini ditandai dengan penguatan semangat baru melalui jargon "Rumingkang Paweungan Keur Persib". Jargon berbahasa Sunda tersebut menjadi simbol arah gerak komunitas yang ingin terus berkembang tanpa meninggalkan nilai dasar sebagai bobotoh Persib.

Kata "Rumingkang" dimaknai sebagai sikap untuk terus bergerak aktif, dinamis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sementara "Paweungan" menggambarkan semangat berdiri tegak secara mandiri dengan karakter dan prinsip yang kuat.

Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk satu tujuan, yakni mendukung kejayaan Persib Bandung.

Baca Juga: HP Frans Putros Hilang Saat Pawai Juara Persib, Euforia Bobotoh Berujung Insiden Tak Terduga

Ketua Viking Distrik Sukajadi bersama jajaran pengurus menilai usia 18 tahun menjadi fase penting bagi perjalanan organisasi. Viking Sukajadi tidak hanya ingin dikenal sebagai kelompok suporter di tribun stadion, tetapi juga sebagai komunitas yang memiliki peran positif di lingkungan sekitar.

"Di usia yang ke-18 ini, kami ingin terus menjaga eksistensi Viking Sukajadi. Dukungan kepada Persib tidak hanya ditunjukkan saat pertandingan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kontribusi bagi masyarakat," ujar Ketua Distrik Viking Sukajadi, Iman Guntur kepada Poskota.

Viking Sukajadi sendiri, lanjut dia, memiliki perjalanan panjang sejak terbentuk dari aktivitas para pemuda di kawasan Sukajadi yang rutin menggelar nonton bareng pertandingan Persib.

Dia menceritakan, berawal dari kelompok kecil di lingkungan Jalan Sederhana dan sekitarnya, komunitas ini kemudian berkembang menjadi distrik resmi di bawah naungan .

Baca Juga: Beckham Putra Buka Suara soal Keributan Persib vs Persija: Di Lapangan Ramai, di Luar Tidak Ada Apa-apa

Seiring perjalanan waktu, Viking Sukajadi tumbuh menjadi wadah yang menyatukan bobotoh di wilayah tersebut.

Kehadiran mereka terlihat konsisten dalam mengawal Persib, baik saat pertandingan kandang di maupun laga lainnya yang dijalani Maung Bandung.

Tak hanya aktif di tribun, Viking Sukajadi juga menunjukkan eksistensinya melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

"Kami juga berkolaborasi dengan unsur kewilayahan, kegiatan kepemudaan, aksi sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari perjalanan komunitas," tuturnya.

Semangat kemandirian juga menjadi perhatian Viking Sukajadi dalam membangun organisasi. Dengan konsep "Paweungan", komunitas ini berupaya memperkuat fondasi internal agar mampu berkembang dan tetap solid menghadapi perubahan zaman.

"Delapan belas tahun perjalanan menjadi bukti bahwa loyalitas terhadap Persib mampu menyatukan berbagai generasi bobotoh di Sukajadi. Kibaran atribut Viking Sukajadi di tribun menjadi simbol keberadaan komunitas yang tetap bertahan dan terus beradaptasi," ungkapnya.

Melalui semangat "Rumingkang Paweungan Keur Persib", Viking Distrik Sukajadi menegaskan tekad untuk tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Persib Bandung, sekaligus menjaga nilai kreativitas, solidaritas, dan kecintaan terhadap klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.

Tags:
Viking SukajadiPersib Bandung

Gatot Poedji Utomo

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor