Oleh :Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – “Rabu kemarin, 24 Juni 2026, saya menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) yang disinergikan dengan sosialisasi Antikorupsi Eksternal DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) Kemenkeu Tahun 2026,” ujar mas Bro mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, bung Heri dan bang Yudi.
“Tumben kamu sampai sana Bro?,” tanya bung Heri.
“Saya sebagai Pemred Poskota diundang menjadi narasumber pada sesi FKP dengan menyampaikan materi dan masukan dari perspektif media massa terkait publikasi, transparansi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan DJKN.,” jelas mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Safari Loloskan PSI Ke Senayan
‘Wah, keren dong jadi pembicara,” celatuk Yudi.
“Bukan keren, yang ada malah grogi karena yang hadir para pejabat, bukan hanya di internal DJKN, juga dari lembaga dan badan lain serta kalangan profesi yang terkait dengan fungsi dan tugas DJKN. Temanya yang keren: Integritas terjaga, Layanan terpercaya.” urai mas Bro.
“Loh kan selama ini sering juga tampil sebagai narsum, bahkan di sejumlah kampus untuk sharing komunikasi. Terus apa yang kamu sampaikan di forum tersebut,” kata Heri.
“Ya, mengalir saja. Poin pentingnya bagaimana membangun integritas agar tetap terjaga sehingga layanan publik kian terpercaya.Ini menuntut edukasi tiada henti, mengingat bicara integritas tentu tak lepas dari etika dan moralitas. Terlebih penting lagi, integritas tak sebatas di atas kertas, tak semata sloganitas, tetapi realitas, aksi nyata melalui keteladanan utamanya mereka yang berdiri di garda terdepan,” papar mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Saling Kirim Pesan Politik
“Lantas soal pelayanan publik bagaimana?,” tanya Yudi.
“Kalau terdapat kritik dalam layanan itu masukan dari upaya perbaikan. Karenanya tak perlu alergi terhadap kritik karena kritik itu tak ubahnya obat kuat, pengawal jiwa kita.Tak ada orang jatuh dan hina diri karena kritikan. Kritik harus disikapi secara bijak, legowo dan rendah hati,” jelas mas Bro.
“Lantas masukan untuk penguatan layanan publik seperti apa?,” tanya Heri.
“Saya sampaikan juga “Kritik”. Tapi kritik dimaksud adalah akronim dari: Keterbukaan (transparansi), Responsif, Implementatif, Terpercaya, Integritas dan Keteladanan,” kata mas Bro.
“Itu diuraikan?,” tanya Yudi.
“Secara singkat, tak perlu rinci karena saya meyakini undangan yang hadir pasti lebih mampu memaknai ketimbang saya,” kta mas Bro.
“Lalu bagaimana dengan kualitas layanan publik di DJKN?,” tanya Yudi lagi.
“Tak perlu diragukan lagi, skor indek pelayanan publik DJKN sudah mencapai 4,83, mendekati angka sempurna 5. Ibarat nilai ujian B+plus,” kata mas Bro.
“Tapi sepertinya kurang terpublikasi ya,” kata Heri.
“Itu yang saya sampaikan di sela forum hendaknya DJKN lebih menguatkan publikasi. Selain banyak hal positif yang perlu diketahui publik, sekaligus kian mendekatkan layanan DJKN kepada masyarakat. Poskota siap mendukung penguatan publikasi dimaksud,” kata mas Bro.
“Promosi ya?” sindir Yudi.
“Loh membangun kemitraan dan kebersamaan itu perlu, terlebih dalam rangka DJKN memberikan layanan terbaiknya kepada publik,” kata mas Bro.