JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Rabu (10/6/2026). Dalam kebijakan terbaru tersebut, sejumlah jenis BBM mengalami kenaikan cukup signifikan.
Harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai kenaikan harga BBM dapat menjadi momentum untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.
“Dengan kenaikan BBM ini, maka peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar,” ujar Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tiba-Tiba, YLKI Soroti Transparansi dan Hak Konsumen
Pramono menegaskan pihaknya akan semakin gencar mengampanyekan penggunaan transportasi publik di Jakarta.
“Saya akan secara sungguh-sungguh campaign untuk naik transportasi umum,” ucapnya.
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta saat ini telah berhasil membangun konektivitas antarmoda yang cukup baik dengan tingkat keterhubungan mencapai sekitar 93 persen.
Meski demikian, tingkat penggunaan transportasi umum secara rutin masih berada di bawah 30 persen.
“Konektivitas kita sudah 93 persen, tapi pengguna aktif transportasi umum masih di bawah 30 persen,” jelasnya.
Pramono optimistis angka tersebut dapat terus meningkat seiring perbaikan layanan dan penguatan sistem transportasi publik di Jakarta.
“Kalau bisa di atas 30 persen, itu akan sangat baik. Apakah bisa? Saya yakin bisa,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini masyarakat telah memiliki banyak pilihan moda transportasi, mulai dari MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, Mikrotrans, hingga JakLingko.
“Di Jakarta, pilihan transportasi umum sudah sangat beragam dan saling terhubung,” ujarnya. (CR-4)