POSKOTA.CO.ID - Perselisihan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi sorotan publik.
Konflik keduanya disebut bermula dari pembahasan mengenai nafkah anak yang nilainya mencapai Rp200 juta setiap bulan.
Dalam sebuah program televisi, Ruben mengungkapkan kronologi awal yang memicu ketegangan di antara mereka setelah berpisah.
Menurutnya, masalah muncul ketika dirinya meminta penjelasan terkait penggunaan dana nafkah yang diberikan untuk kebutuhan anak-anak.
Baca Juga: Usai Ramai Dikecam Netizen, Sarwendah Akui Khilaf dan Minta Maaf
Permintaan Rincian Nafkah Jadi Awal Ketegangan
Ruben menjelaskan bahwa sebagai seorang ayah, ia merasa memiliki hak untuk mengetahui bagaimana dana yang diberikan digunakan.
Ia menegaskan bahwa pertanyaan tersebut bukan karena keberatan memenuhi kebutuhan anak-anak, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab orang tua.
Menurut Ruben, permintaan rincian pengeluaran juga penting sebagai dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Terlebih, saat ini dirinya dan Sarwendah telah menjalani kehidupan masing-masing sehingga diperlukan catatan yang jelas mengenai alokasi dana tersebut.
Baca Juga: Viral Pengakuan Mama Sinta soal Film Pesta Babi, Ini Sosok Yasinta Moiwend
"Saya hanya ingin tahu peruntukannya ke mana saja, supaya semuanya tercatat dengan baik," ungkap Ruben.
Ingin Memiliki Catatan untuk Masa Depan Anak
Presenter dan pengusaha itu menilai laporan penggunaan dana menjadi hal yang wajar untuk diminta.
Ia beralasan, suatu saat nanti anak-anak mungkin akan mempertanyakan bagaimana kebutuhan mereka selama ini dipenuhi dan dikelola.
Karena itu, Ruben ingin memiliki bukti serta catatan yang lengkap mengenai biaya yang telah dikeluarkan demi kepentingan anak-anaknya.
Baginya, transparansi menjadi bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua.
Pertanyaan Soal Dana Kerap Berujung Pertengkaran
Namun, keinginan Ruben untuk mendapatkan rincian penggunaan dana ternyata tidak berjalan mulus.
Ia mengaku setiap kali mencoba membahas persoalan tersebut, situasi justru berkembang menjadi perdebatan.
Ruben bahkan merasa kerap dicap sebagai sosok yang emosional ketika konflik terjadi.
Padahal, menurut pengakuannya, dirinya hanya berupaya memperoleh penjelasan terkait pengelolaan nafkah yang telah diberikan.
"Ketika saya bertanya, akhirnya malah jadi pertengkaran dan saya yang dianggap marah," ujarnya.
Fokus Utama Tetap untuk Kebutuhan Anak
Meski sempat terjadi ketegangan dengan Sarwendah, Ruben menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap tertuju pada kesejahteraan dan masa depan anak-anak.
Ia memastikan bahwa seluruh upayanya, termasuk meminta transparansi penggunaan dana nafkah, dilakukan demi memastikan kebutuhan anak-anak terpenuhi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari.
Persoalan transparansi nafkah inilah yang disebut Ruben menjadi salah satu pemicu awal renggangnya hubungan komunikasi dengan Sarwendah setelah keduanya resmi berpisah.