TAMANSARI, POSKOTA.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta) menyiapkan langkah revitalisasi untuk menghidupkan kembali kawasan Pasar Glodok di Jakarta Barat yang belakangan mengalami penurunan aktivitas perdagangan.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengakui bahwa lesunya aktivitas perdagangan di kawasan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat serta meningkatnya persaingan dengan platform belanja daring menjadi tantangan utama yang dihadapi para pedagang pasar tradisional.
“Persaingan dengan platform online, perubahan pola belanja masyarakat, serta tantangan ekonomi secara umum telah dirasakan oleh banyak pedagang, tidak hanya di Glodok tetapi juga di pasar-pasar tradisional lainnya,” ujar Chico kepada Pos Kota, Senin (8/6/2026).
Revitalisasi Terintegrasi Kawasan Pecinan hingga Kota Tua
Sebagai respons, Pemprov DKI menyiapkan program penataan dan revitalisasi kawasan yang akan dimulai pada pertengahan 2026. Program ini tidak hanya menyasar Pasar Glodok, tetapi juga kawasan Pecinan, Pasar Baru, hingga area sekitar Kota Tua Jakarta.
Penataan tersebut akan terintegrasi dengan proyek MRT Jakarta untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat menuju pusat perdagangan dan wisata tersebut.
Selain itu, perbaikan juga mencakup fasilitas parkir, trotoar, dan tata ruang kawasan agar lebih nyaman, bersih, dan tertata.
Dorong Modernisasi Pasar dan Digitalisasi Pedagang
Pemprov DKI melalui Perumda Pasar Jaya juga terus mendorong modernisasi Pasar Glodok. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan fasilitas, digitalisasi pembayaran, serta penguatan keamanan dan kebersihan pasar.
Pedagang juga didorong untuk menerapkan strategi penjualan omnichannel, yaitu menggabungkan penjualan langsung dan daring agar mampu bersaing di era digital.
Harapan Jadi Ikon Perdagangan dan Wisata Budaya
Pemprov DKI juga berencana menghidupkan kawasan melalui kegiatan budaya seperti perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang terbukti mampu menarik wisatawan ke kawasan Pecinan Glodok.
“Penataan ini merupakan bagian dari visi membangun Jakarta dari bawah yang inklusif, termasuk dukungan bagi UMKM, peningkatan daya beli masyarakat, dan pengembangan ekonomi kawasan,” kata Chico.
Pemerintah berharap revitalisasi ini dapat mengembalikan Glodok sebagai pusat perdagangan sekaligus destinasi wisata budaya yang ramai, modern, dan berkelanjutan.