POSKOTA.CO.ID - Masyarakat penerima bantuan sosial mulai ramai membicarakan pembaruan pada aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam beberapa hari terakhir, tangkapan layar tampilan terbaru aplikasi tersebut beredar luas di media sosial karena menampilkan informasi yang dinilai lebih rinci dibanding sebelumnya.
Perubahan ini menarik perhatian karena sebagian penerima manfaat mengaku kini dapat melihat progres pencairan bantuan secara lebih jelas, termasuk status penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bahkan, sejumlah pengguna melaporkan bahwa aplikasi sudah menampilkan nominal bantuan yang akan diterima dalam periode penyaluran tertentu.
Pada beberapa akun, muncul informasi seperti "Proses Transfer ke..." yang menunjukkan bahwa bantuan sedang dalam tahap penyaluran. Tak hanya itu, terdapat pula rincian nominal bantuan yang akan diterima penerima manfaat.
Salah satu contoh yang banyak dibagikan menunjukkan bantuan sembako sebesar Rp600.000 dan bantuan PKH senilai Rp1.125.000 untuk periode April hingga Juni 2026.
Baca Juga: 30 Link Download Twibbon Hari Raya Waisak 2026 Langsung Pakai, Desain Kreatif dan Menarik
Namun, pengalaman pengguna ternyata tidak sepenuhnya sama. Di tengah antusiasme tersebut, masih banyak penerima bantuan yang mengaku belum menemukan informasi nominal pencairan pada akun mereka. Sebagian hanya dapat melihat status kepesertaan dan tahapan penyaluran tanpa rincian jumlah bantuan.
Perbedaan tampilan ini memunculkan berbagai pertanyaan di media sosial. Banyak warga mempertanyakan apakah data mereka bermasalah atau pencairan bantuan belum diproses.
Meski belum ada penjelasan resmi terkait perbedaan tampilan tersebut, kondisi ini diduga berkaitan dengan proses pembaruan sistem yang masih berlangsung secara bertahap. Artinya, fitur baru kemungkinan belum tersedia secara serentak untuk seluruh akun penerima manfaat.
Informasi yang Kini Bisa Diakses Penerima Manfaat
Melalui pembaruan terbaru, aplikasi Cek Bansos memberikan akses informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat. Pengguna kini dapat memantau status penerima bantuan, jenis bantuan yang diterima, periode penyaluran, hingga tahapan pencairan terbaru.
Pada sebagian akun, sistem juga menampilkan nominal bantuan yang akan diterima. Selain itu, pengguna dapat melihat status program bantuan lain yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif berdasarkan data yang tercatat dalam sistem Kemensos.
Kehadiran fitur tersebut dinilai memudahkan masyarakat karena mereka tidak perlu lagi datang ke kantor desa, kelurahan, atau pendamping sosial hanya untuk memastikan status bantuan yang diterima.
Cara Mengecek Status Bansos Melalui Aplikasi dan Situs Resmi
Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini, pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi resmi Cek Bansos yang tersedia di Google Play Store maupun App Store.
Pengguna yang belum memiliki akun perlu melakukan registrasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga, alamat email aktif, nomor telepon, serta mengunggah foto KTP dan swafoto untuk proses verifikasi.
Setelah akun aktif, pengguna dapat masuk ke aplikasi dan memilih menu "Cek Bansos" untuk melihat informasi bantuan yang terhubung dengan data kependudukan mereka.
Sementara itu, bagi masyarakat yang tidak ingin menginstal aplikasi, pengecekan juga dapat dilakukan melalui situs resmi Kemensos. Pengguna cukup memasukkan wilayah domisili, nama lengkap sesuai KTP, serta kode verifikasi yang tersedia pada halaman pencarian data.
Baca Juga: Indonesia Coffee Expo 2026 Resmi Dibuka di Surabaya, Hadirkan 75 Brand Kopi
PKH dan BPNT Masih Menjadi Andalan Bansos Tahun 2026
Pada tahun 2026, pemerintah masih melanjutkan sejumlah program bantuan sosial untuk masyarakat rentan. Dua program yang paling banyak diterima masyarakat adalah PKH dan BPNT.
PKH diberikan kepada keluarga miskin dengan kategori tertentu seperti ibu hamil, anak usia sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas berat. Sementara BPNT atau Program Sembako tetap disalurkan dengan nilai Rp200.000 per bulan yang dicairkan secara berkala.
Selain kedua program tersebut, pemerintah juga melanjutkan Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan iuran BPJS Kesehatan melalui skema PBI Jaminan Kesehatan, serta bantuan pangan berupa beras 10 kilogram pada periode tertentu.
Di sisi lain, pemerintah terus melakukan pemutakhiran data penerima melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menyatakan bahwa pembaruan data dilakukan bersama Badan Pusat Statistik dan pemerintah daerah agar bantuan semakin tepat sasaran.
Karena proses pembaruan data masih berlangsung, perubahan data penerima maupun tampilan informasi pada aplikasi dinilai sebagai hal yang wajar.
Bagi masyarakat yang belum melihat nominal bantuan pada akun masing-masing, disarankan untuk melakukan pengecekan secara berkala melalui aplikasi maupun situs resmi Kemensos. Seiring proses sinkronisasi yang terus berjalan, informasi pencairan diperkirakan akan diperbarui secara bertahap.
Dengan tampilan yang lebih informatif, aplikasi Cek Bansos kini menjadi salah satu sarana utama bagi masyarakat untuk memantau perkembangan penyaluran bantuan sosial tanpa harus menunggu informasi dari pihak lain.