Sosok Yasinta Moiwend. (Sumber: X/@MAnakdusun)

HIBURAN

Viral Pengakuan Mama Sinta soal Film Pesta Babi, Ini Sosok Yasinta Moiwend

Senin 25 Mei 2026, 16:42 WIB

POSKOTA.CO.ID - Tokoh perempuan adat dari Suku Marind-Anim di Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend tengah menjadi perhatian publik.

Sosok yang akrab disapa Mama Sinta itu mengaku kecewa setelah dirinya muncul dalam film dokumenter berjudul Pesta Babi tanpa penjelasan maupun izin resmi.

Pengakuan tersebut memicu perbincangan luas di media sosial dan kalangan pegiat hak masyarakat adat. Mama Sinta menilai identitas serta keterlibatannya dalam film digunakan tanpa persetujuan yang jelas sejak awal proses produksi.

“Saya kaget, ditampilkan saya di film. Apa saya boneka atau ukiran Asmat, ditampilkan tanpa sepengetahuan saya dan izin saya. Saya kecewa sekali,” ungkapnya.

Baca Juga: Rembo Nata Siapa dan Asal Mana? Ini Profil Aspri Guyon Waton yang Terseret Dugaan Penggelapan

Klaim Dijebak dalam Produksi Film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi. (Sumber: Instagram/@watchdoc_insta)

Mama Sinta menyebut dirinya tidak pernah mendapatkan penjelasan rinci mengenai tujuan penggunaan dokumentasi maupun keterlibatannya dalam film tersebut.

Ia merasa keberadaannya hanya dijadikan bagian visual tanpa komunikasi yang terbuka.

Pernyataan itu kemudian memunculkan sorotan terhadap pentingnya etika dalam produksi film dokumenter, terutama yang berkaitan dengan masyarakat adat dan isu sosial di Papua.

Kasus ini juga menimbulkan diskusi mengenai perlindungan hak individu serta persetujuan narasumber dalam proses pembuatan karya audiovisual.

Baca Juga: Erio Arriom Siapa dan Orang Mana? Ini Profil Kreator Konten yang Viral usai Sebut Followers Miskin saat Live

Profil Yasinta Moiwend alias Mama Sinta

Yasinta Moiwend dikenal luas sebagai perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan dari Suku Marind-Anim di Merauke, Papua Selatan.

Selama bertahun-tahun, Mama Sinta aktif memperjuangkan perlindungan tanah ulayat dan menjaga kelestarian lingkungan adat di wilayah Papua Selatan.

Fokus perjuangannya banyak berkaitan dengan penolakan proyek-proyek berskala besar yang dianggap mengancam ruang hidup masyarakat adat.

Ia juga vokal menyuarakan kritik terhadap sejumlah proyek pengembangan lumbung pangan atau food estate serta berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai berpotensi merusak ekosistem dan budaya masyarakat lokal.

Baca Juga: Cara Nobar Film Pesta Babi di Jakarta dan Bandung, Simak Daftar Lokasi Nonton Bareng

Aktif Membela Hak Masyarakat Adat Papua

Nama Mama Sinta cukup dikenal di kalangan aktivis lingkungan dan hak asasi manusia karena konsistensinya membela hak masyarakat adat Papua.

Ia kerap terlibat dalam berbagai forum diskusi, kampanye lingkungan, hingga advokasi terkait perlindungan hutan dan tanah adat di Merauke.

Bagi masyarakat adat, tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan bagian dari identitas, budaya, dan kehidupan turun-temurun yang harus dijaga.

Pernah Raih Penghargaan S.K. Trimurti Award 2025

Atas dedikasinya dalam memperjuangkan hak masyarakat adat dan isu lingkungan, Mama Sinta pernah menerima penghargaan S.K. Trimurti Award 2025 dari Aliansi Jurnalis Independen atau AJI.

Penghargaan tersebut diberikan kepada perempuan yang dinilai memiliki keberanian serta konsistensi dalam memperjuangkan keadilan sosial, demokrasi, dan hak-hak masyarakat.

Kini, nama Mama Sinta kembali menjadi sorotan publik seiring polemik film Pesta Babi yang memunculkan perdebatan soal etika dokumenter dan perlindungan hak masyarakat adat.

Tags:
Papua SelatanMeraukeTokohYasinta MoiwendFilm Pesta BabiMama SintaViral

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor