Ilustrasi panggilan tak terjawab dari nomor internasional yang digunakan pelaku Wangiri Fraud untuk memancing korban menelepon balik dan menguras pulsa. (Sumber: Pinterest)

TEKNO

Penipuan Missed Call Internasional Kembali Marak, Modus Wangiri Fraud Bikin Pulsa Korban Terkuras

Minggu 17 Mei 2026, 21:53 WIB

POSKOTA.CO.ID - Penipuan digital dengan modus telepon tak terjawab atau missed call kembali marak dan memakan korban di berbagai negara, termasuk Indonesia. Praktik ini dikenal dengan istilah Wangiri Fraud, sebuah modus lama yang kini kembali muncul dengan pola yang semakin rapi dan sulit dikenali masyarakat.

Skema penipuan ini memanfaatkan rasa penasaran korban. Pelaku biasanya melakukan panggilan singkat menggunakan nomor asing berkode internasional. Telepon sengaja dimatikan sebelum sempat diangkat sehingga meninggalkan notifikasi missed call di ponsel korban.

Sekilas, panggilan tersebut tampak seperti telepon biasa. Namun di balik itu, terdapat jebakan biaya premium yang dapat menguras pulsa hingga membuat tagihan telepon membengkak.

Modus ini kembali menjadi perhatian karena banyak pengguna ponsel yang belum memahami risiko menelepon balik nomor internasional yang tidak dikenal. Apalagi, nomor yang digunakan pelaku sering kali dibuat menyerupai nomor asli sehingga terlihat meyakinkan.

Baca Juga: Pelemahan Daya Beli Pengaruhi Penjualan Hewan Kurban, Ekonom Minta Pemerintah Perkuat Operasi Pasar

Cara Kerja Wangiri Fraud yang Memancing Rasa Penasaran Korban

Dalam praktiknya, pelaku menggunakan sistem otomatis atau auto dialer untuk melakukan ribuan panggilan singkat secara bersamaan ke berbagai nomor telepon.

Tujuan utama panggilan itu bukan untuk dijawab, melainkan agar korban terpancing melakukan panggilan balik. Ketika korban menelepon kembali nomor tersebut, sambungan akan diarahkan ke layanan tarif premium internasional dengan biaya mahal per menit.

Laporan dari Global Telco Consult menyebutkan para pelaku biasanya memanfaatkan nomor layanan premium atau Premium Rate Service (PRS). Nomor tersebut menghasilkan keuntungan dari biaya sambungan yang dibayarkan korban.

Korban umumnya akan dibuat bertahan lebih lama di telepon. Pelaku memutar rekaman suara, nada tunggu, atau musik tertentu yang memberi kesan sambungan sedang diproses. Tanpa disadari, biaya panggilan terus berjalan selama sambungan aktif.

Dalam banyak kasus, korban baru menyadari adanya penipuan setelah pulsa habis drastis atau tagihan telepon melonjak dalam jumlah besar.

Nomor Internasional Tak Dikenal Perlu Diwaspadai

Pakar keamanan digital mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menghubungi nomor internasional asing yang tidak dikenal, terutama jika panggilan dilakukan sangat singkat.

Biasanya nomor yang digunakan berasal dari kode negara tertentu yang jarang dihubungi pengguna Indonesia. Beberapa pelaku juga mengirim SMS lanjutan untuk mendorong korban segera menelepon balik dengan alasan darurat atau hadiah tertentu.

Selain merugikan secara finansial, modus ini menunjukkan bagaimana penipu memanfaatkan kebiasaan pengguna ponsel yang mudah penasaran terhadap panggilan asing.

Masyarakat disarankan segera mengabaikan atau memblokir nomor mencurigakan. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur pemblokiran spam dan identifikasi nomor otomatis yang kini tersedia di banyak smartphone.

Baca Juga: Pemilik PT Indo Asiana Lestari Siapa dan Bergerak di Sektor Apa? Ini Fakta Perusahaan yang Terlibat Konflik Hutan Adat Papua

Cara Menghindari Penipuan Wangiri Fraud

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghindari jebakan telepon premium internasional:

Di tengah meningkatnya aktivitas digital, kewaspadaan pengguna menjadi langkah paling penting untuk mencegah kerugian akibat penipuan telekomunikasi seperti Wangiri Fraud.

Tags:
telepon tak terjawabpenipuan missed callWangiri Fraud

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor