PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Menjelang Hari Raya Iduladha, harga gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Pandeglang, Banten mengalami kenaikan, akibatnya warga di wilayah tersebut mengeluh.
Seperti di wilayah Kecamatan Labuan, Pandeglang, para konsumen gas LPG 3 Kilogram di wilayah itu mengeluh, lantaran harga gas melon tersebut tembus Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.
Adanya harga gas melon yang melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp19.500 itu, warga pun mempertanyakan peran Hiswana Migas Pandeglang dan Banten, dalam menanggulangi kenaikan harga gas LPG tersebut.
"Saat ini banyak masyarakat mengeluhkan atas mahalnya gas melon. Soalnya, sekarang ini harga gas ukuran 3 Kg di Labuan, Pandeglang sudah mencapai Rp25 ribu," ungkap Suherman, warga Labuan kepada Poskota Jumat 15 Mei 2026.
Baca Juga: Pelaku Usaha Makanan di Jakbar Keluhkan Kenaikan Gas LPG 12 Kilogram
Padahal kata dia, untuk HET gas LPG ukuran tiga kilogram tersebut hanya sebesar Rp19.500, namun harga di pengecer saat ini cukup tinggi.
"Harga gas melon sekarang sudah melampaui HET, sehingga banyak masyarakat di Labuan mengeluh, karena itu cukup memberatkan bagi kami," katanya.
Menurutnya, tingginya harga di tingkat pengecer diduga dipengaruhi harga jual di pangkalan yang juga tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.
"Dijual oleh pengecer dengan harga yang tinggi, kami menduga di tingkat pangkalan juga harganya tidak sesuai yang sudah ditetapkan pemerintah," ujarnya.
Baca Juga: Berapa Harga Gas LPG Non-Subsidi di Jakarta dan Bandung? Cek Daftar Terbaru Setelah Naik
Ia dan warga lainnya pun mempertanyakan peran pihak Hiswana Migas Pandeglang dan Banten, kaitan dengan kenaikan harga gas melon saat ini.
"Pihak Hiswana Migas harus tanggungjawab atas kenaikan harga gas melon sekarang ini. Kami minta Hiswana Migas dan pemerintah segera turun tangan," harapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) pada Setda Kabupaten Pandeglang, Erik Widhaswara mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Iya, kalau tidak salah harga HET-nya kisaran Rp19.500 per tabung. Saya akan segera koordinasi dengan pihak terkait atas banyaknya keluhan warga soal harga gas LPG ukuran 3 kilogram saat ini," tuturnya.
Baca Juga: Satu Korban Ledakan Gas LPG di Pondok Cabe Ilir Meninggal, Dua Lainnya Masih Dirawat
"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) serta Hiswana Migas guna menindaklanjuti informasi kenaikan harga ini," sambungnya.
Ia menambahkan, tingginya harga di tingkat pengecer kemungkinan dipicu harga jual di pangkalan yang sudah melebihi HET.
"Harga di pengecer pastinya tinggi jika harga jual di pangkalannya di atas HET,” ucapnya.
Ia pun memastikan, bahkan Bagian Perekonomian akan melakukan monitoring ke sejumlah pangkalan gas di Kabupaten Pandeglang.
“Kami di Bagian Perekonomian akan coba monitoring ke beberapa pangkalan, termasuk saya akan koordinasi dengan Disperindag Pandeglang sama Hiswana Migas,” pungkasnya.