LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Bencana tanah longsor di Blok Cimari, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, mengakibatkan arus lalu lintas di jalur Citorek-Ciparay terhambat.
Pasalnya, tanah dan bebatuan dari bencana longsor tersebut menutupi ruas jalan.
Diketahui, bencana tanah longsor tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Lebak dan sekitarnya pada Hari Selasa 12 Mei 2026 kemarin.
Camat Cibeber, Khaerudin membenarkan peristiwa bencana tanh longsor yang terjadi di jalur Gunung Luhur menuju Ciparay itu.
Baca Juga: Pasca Longsor, Pemkab Bogor Percepat Perbaikan Ruas Jalan Cikampak-Gunung Bunder
Kata dia, bencana longsor dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan dengan kondisi tanah yang labil.
"Longsor terjadi malam hari akibat hujan deras. Tebing yang longsor cukup tinggi, diperkirakan mencapai 30 sampai 50 meter," ungkapnya kepada wartawan, Rabu 13 Mei 2026.
Dikatakannya, saat ini material longsor tengah ditangani petugas dari pemerintah provinsi yang sudah berada di lokasi untuk melakukan pembersihan jalan agar akses kembali normal.
"Sekarang sedang ditangani oleh petugas dari provinsi, supaya akses jalan bisa dilalui kendaraan lagi," katanya.
Baca Juga: Soroti Insiden Longsor Bantargebang, PSI Dorong Perbaikan Sistem Pengelolaan Sampah Jakarta
Menurutnya, jalur tersebut memang bukan akses utama masyarakat sehari-hari. Namun, longsor tetap berdampak terhadap mobilitas warga Citorek yang hendak menuju Kecamatan Cibeber maupun warga dari arah Warung Banten menuju Citorek dan Cipanas.
"Kalau warga Citorek yang mau ke kecamatan tentu terganggu, begitu juga dari arah Warung Banten ke Citorek atau Cipanas," ujarnya.
"Sekarang sedang ditangani supaya aktivitas warga bisa kembali normal," sambungnya.
Camat juga memastikan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, warga diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
"Mengingat intensitas hujan di wilayah selatan Lebak masih cukup tinggi. Sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan," pungkasnya.