POSKOTA.CO.ID - Sosok Dyastasita Widya Budi tengah menjadi sorotan usai viralnya kontroversi penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat (Kalbar).
Polemik tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul perdebatan mengenai keputusan dewan juri yang dinilai tidak konsisten dalam memberikan poin kepada peserta.
Perdebatan tersebut bermula dari proses penilaian dewan juri yang dianggap tidak objektif oleh sejumlah pihak, terutama setelah adanya perbedaan nilai terhadap jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa.
Kontroversi tersebut semakin meluas setelah akun Instagram @smansaptk.informasi meminta konfirmasi dan klarifikasi terkait proses penilaian dalam lomba tersebut.
Dalam tayangan video yang beredar di media sosial, terlihat terjadi perdebatan saat sesi pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Dalam soal tersebut dijelaskan bahwa pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun, dalam proses pemilihan anggota BPK, keterkaitan dengan unsur perwakilan daerah tetap harus diperhatikan.
Pada pertanyaan tersebut dijelaskan bahwa pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota.
Namun, dalam mekanisme pemilihan anggota BPK, unsur keterwakilan daerah juga harus diperhatikan dalam proses pengambilan keputusan.
Baca Juga: Rekomendasi Mie Ayam Enak di Bandung, dari Legendaris hingga Viral
“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” jawab regu C dari SMAN 1 Kota Pontianak.
Meski jawaban tersebut dinilai mendekati benar, dewan juri tetap memberikan pengurangan nilai kepada regu tersebut.
Pengurangan poin dilakukan karena jawaban dianggap tidak menyebutkan unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan artikulasi yang jelas.
"Nilai -5. Regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. Jadi dewan juri tadi berpendapat enggak ada DPD," kata Dyastasita WB.
Tidak lama kemudian, pertanyaan yang sama diberikan kepada regu B. Tim tersebut juga menyampaikan jawaban dengan substansi yang serupa.
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” jawab regu B.
Meski jawaban tersebut dianggap mendekati benar, dewan juri tetap memberikan pengurangan nilai kepada regu tersebut.
Menanggapi protes peserta, dewan juri lainnya menjelaskan, penilaian didasarkan pada kejelasan artikulasi saat peserta menyampaikan jawaban.
“Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,” ujar dewan juri lainnya di hadapan peserta.
Sebagai informasi, LCC 4 Pilar sendiri merupakan kompetisi yang menguji pemahaman peserta mengenai konstitusi, lembaga negara, serta nilai-nilai kebangsaan yang berkaitan dengan empat pilar MPR RI.
Di tengah polemik yang berkembang, nama Dyastasita Widya Budi ikut menjadi perhatian publik.
Lantas, siapa sebenarnya Dyastasita Widya Budi dan apa jabatannya sekarang? Berikut profil juri LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat yang tengah menjadi sorotan.
Baca Juga: Suami Denise Chariesta Siapa dan Viral karena Apa? Disorot Lagi usai Insiden Jaden Gigit Briella
Dyastasita Widya Budi Siapa dan Apa Jabatannya Sekarang?
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam laman resmi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Dyastasita Widya Budi merupakan pejabat tinggi yang berada di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.
Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi pada Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi.
Jabatan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pengkajian konstitusi serta kegiatan pemasyarakatan nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari struktur di lingkungan MPR RI, Dyastasita WB juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penguatan pemahaman masyarakat terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia.
Dalam struktur aparatur sipil negara, Dyastasita Widya Budi juga diketahui memiliki pangkat pembina utama dengan golongan IV/e.
Pangkat tersebut termasuk salah satu jenjang tinggi dalam struktur birokrasi pemerintahan di Indonesia.
Sementara itu, dari sisi pendidikan, Dyastasita Widya Budi merupakan lulusan strata satu (S-1) dengan gelar Sarjana Sosial (S Sos).