Lewat Bumi Berseru Fest 2025, Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik

Kamis 07 Mei 2026, 13:31 WIB
Pelaksanaan Bumi Berseru Fest 2025 mempertemukan lebih dari 2.200 peserta dalam upaya mendorong solusi lingkungan berbasis komunitas. (Sumber: Dok. Telkom)

Pelaksanaan Bumi Berseru Fest 2025 mempertemukan lebih dari 2.200 peserta dalam upaya mendorong solusi lingkungan berbasis komunitas. (Sumber: Dok. Telkom)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Bumi Berseru Fest 2025 yang memasuki tahap akhir atau Awarding Day. Program ini dirancang sebagai platform kolaboratif berbasis inovasi teknologi untuk akselerasi implementasi solusi nyata bagi masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sebanyak 13,4 persen dari total 84.139 desa/kelurahan di Indonesia telah mengalami setidaknya satu jenis pencemaran lingkungan. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya mitigasi yang komprehensif, karena dampaknya berdampak signifikan terhadap akses terhadap air bersih, kesehatan, serta keberlanjutan ekosistem.

Antusiasme publik terhadap program ini tercermin dari partisipasi lebih dari 2.200 pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak 83 tim terpilih untuk mengikuti sesi pitching secara daring, 47 tim terbaik memperoleh dukungan pendanaan dan pendampingan untuk mengimplementasikan program inovasi lingkungan secara langsung di masyarakat.

Pada periode implementasi yang berlangsung selama tiga bulan, para peserta menjalankan berbagai inisiatif lingkungan secara langsung di tengah masyarakat. Telkom turut memberikan pendampingan intensif melalui sesi mentoring, penguatan kapasitas, serta evaluasi berkala guna memastikan setiap solusi memiliki dampak yang terukur dan tepat sasaran.

Baca Juga: Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan penyelenggaraan Awarding Day Bumi Berseru Fest 2025 pada 25 April 2026. Pada tahap akhir ini, 47 semifinalis kembali mempresentasikan hasil implementasi program mereka di hadapan dewan juri. Dari proses tersebut, terpilih 17 inovator terbaik nasional yang dinilai berhasil menghadirkan solusi inovatif dengan dampak signifikan terhadap lingkungan.

Pada kategori Teknologi Hijau, penghargaan diberikan kepada Carbon Circle Community dan Satu Banten. Untuk kategori Aksi untuk Bumi, sub-kategori Air diraih oleh Hima Biologi, Blue Triangle Conservation, serta Kelompok Muda Pecinta Hutan Desa Hoder. Sementara sub-kategori Tanah dimenangkan oleh Komunitas Urban Farming Lebak, EkoSwara, dan HPAI Malang Raya.

Sementara itu, sub-kategori Daur Ulang dimenangkan Tenun Ikat by Nay Collection, Underwater Crafting, dan Sekar Handycraft pada kategori Inovasi Eco-Produk. Sub-kategori Gaya Hidup diraih Hanenda.idn, Oentukmu.id, dan Noto Godhong, serta sub-kategori Material Inovatif dimenangkan oleh Binangan Jabu, Tano Puan, dan King Leaf Internasional.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto menyampaikan, program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk menciptakan dampak berkelanjutan.

Baca Juga: ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, tapi Alat Kerja Nyata

“Telkom meyakini bahwa setiap inovasi harus memiliki model keberlanjutan yang kuat agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim dan pengurangan pencemaran lingkungan. Melalui program ini, kami tidak hanya mendorong lahirnya ide-ide kreatif, tetapi juga memastikan implementasinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Program Bumi Berseru Fest merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui berbagai inisiatif inovatif, Telkom berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya berdampak secara lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan lingkungan nasional secara berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update