PATI, POSKOTA.CO.ID - Sebuah video yang memperlihatkan seorang kyai diamankan aparat kepolisian di Pati, Jawa Tengah, viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat pelaku berjalan di bawah pengawalan polisi, sementara warga sekitar melontarkan sorakan sebagai bentuk kekecewaan atas dugaan tindak pelecehan.
Kasus ini mencuat setelah dibagikan oleh akun Instagram @perempuanberkisah pada 3 Mei 2026.
Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian publik dan memicu gelombang reaksi dari warganet.
Baca Juga: Owner Daycare Baby Preneur Aceh Siapa? Jadi Sorotan usai Dugaan Kasus Penganiayaan Bayi
Dugaan Pelecehan terhadap 50 Santriwati

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kyai tersebut diduga melakukan pelecehan terhadap sekitar 50 santriwati.
Lebih memprihatinkan, sejumlah korban dikabarkan mengalami tekanan psikologis akibat ancaman yang dilayangkan pelaku.
Tak hanya itu, muncul dugaan bahwa korban dipaksa untuk menikah dengan santri lain sebagai upaya menutupi perbuatan pelaku.
Isu ini semakin memperkuat kemarahan publik terhadap kasus tersebut.
Laporan Sudah Masuk Sejak 2024
Kasus ini ternyata bukan hal baru. Berdasarkan informasi yang beredar, laporan terkait dugaan pelecehan tersebut telah diajukan sejak tahun 2024.
Namun, baru belakangan ini mencuat luas setelah video penangkapan menjadi viral.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap fakta secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya korban lain.
Reaksi Warganet Membludak
Viralnya video tersebut memicu beragam komentar keras dari warganet.
Baca Juga: 6 Bulan Digusur, Warga Situ Ciburuy Masih Ngontrak Janji Relokasi Tak Kunjung Datang
Banyak yang mengecam tindakan pelaku dan mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman setimpal.
Beberapa komentar bahkan bernada emosional, mencerminkan tingginya kemarahan publik terhadap kasus kekerasan seksual, terutama yang melibatkan figur yang seharusnya menjadi panutan.
Penanganan Kasus Masih Berjalan
Saat ini, proses hukum terhadap pelaku masih berlangsung.
Aparat kepolisian diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil, serta memberikan perlindungan maksimal bagi para korban.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap santri, serta perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan seksual tanpa pandang bulu.