BEKASI TIMUR, POSKOTA.CO.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya memasang palang pintu sementara di perlintasan sebidang JPL 86 yang berada di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Perlintasan sebidang ini menjadi sorotan setelah taksi listrik GreenSM mogok yang menyebabkan tabrakan maut KRL vs KA Argo Bromo Anggrek.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pemasangan palang pintu tersebut bersifat sementara sekaligus bentuk antisipasi terhadap potensi kecelakaan di perlintasan sebidang tersebut.
Namun palang parkir yang dipasang itu belum termasuk kategori palang pintu resmi sebagaimana standar operasional yang berlaku.
Baca Juga: Guru SD Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi, Disdik Jakarta Siapkan Bantuan
“Perlu kami sampaikan bahwa yang terpasang saat ini adalah palang pintu sementara, bukan palang pintu perlintasan resmi. Ini merupakan bagian dari tahap awal peningkatan keselamatan,” jelas Franoto kepada awak media, Senin, 2 Mei 2026.
Palang pintu sementara tersebut, lanjut Franoto, direncanakan dijaga melalui swadaya masyarakat setempat dengan koordinasi pihak kelurahan.
Dalam kondisi tidak ada penjagaan, palang pintu harus berada dalam posisi tertutup demi meminimalkan risiko kecelakaan antara kereta api dan pengguna jalan.
“Apabila perlintasan JPL 86 di Jalan Ampera ini tidak dapat dijaga secara penuh selama 24 jam setiap hari, maka demi keselamatan bersama, KAI akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan perlintasan tersebut,” tegas Franoto.
Baca Juga: Kisah Pilu Nuryati, Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Hendak Jenguk Anak Sakit di Cikarang
Lebih lanjut, Franoto mengungkapkan bahwa pemasangan palang pintu sementara ini telah melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi serta pihak Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Pihaknya juga mendorong adanya solusi permanen terkait perlintasan sebidang di lokasi tersebut demi keselamatan dapat lebih terjamin.
“KAI akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendorong solusi permanen, seperti pembangunan perlintasan tidak sebidang guna meningkatkan keselamatan,” jelas Franoto.
Selanjutnya, Franoto mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat melintasi perlintasan sebidang, yakni dengan berhenti sejenak, melihat kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas, baik di perlintasan yang dijaga maupun tidak dijaga.