Update Kecelakaan Kereta di Bekasi: Korban Tersebar di 11 RS, Proses Identifikasi Masih Berjalan

Selasa 28 Apr 2026, 18:27 WIB
Lokomotif KA Argo Bromo terlihat usai proses evakuasi pasca tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, sementara penanganan korban masih berlangsung di sejumlah rumah sakit. (Sumber: X/@manpixel9proxl)

Lokomotif KA Argo Bromo terlihat usai proses evakuasi pasca tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, sementara penanganan korban masih berlangsung di sejumlah rumah sakit. (Sumber: X/@manpixel9proxl)

POSKOTA.CO.ID - Upaya penanganan korban kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo dan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung. Pihak RSUD Kota Bekasi menjadi pusat koordinasi pendataan, mengumpulkan informasi korban yang tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan.

Di posko darurat, petugas mencatat bahwa puluhan korban telah dievakuasi dan dirujuk ke sedikitnya 11 rumah sakit di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan medis, terutama bagi korban dengan luka serius.

Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, menjelaskan bahwa sebagian korban dengan kondisi ringan sudah diperbolehkan pulang.

“Sebanyak 15 orang sudah pulang tadi pagi, karena memang bisa lanjut rawat jalan,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.

Baca Juga: Guru Ngaji Pelaku Kekerasan Seksual di Tangerang Ditangkap Polisi

Sebaran Korban dan Penanganan Medis

Data sementara menunjukkan, jumlah korban luka mencapai puluhan orang yang kini dirawat di berbagai rumah sakit, seperti RS Bella Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, hingga RS Primaya Bekasi Timur. Sebagian pasien telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan awal, sementara lainnya masih dalam pengawasan intensif.

Selain itu, sejumlah korban juga dirujuk ke rumah sakit lain seperti RS Mitra Plumbon Cibitung dan RS Siloam Cikarang untuk penanganan lanjutan.

Di sisi lain, korban meninggal dunia juga tercatat di beberapa fasilitas kesehatan. Hingga saat ini, proses identifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan data korban akurat dan dapat disampaikan kepada pihak keluarga.

Proses Identifikasi Jenazah Terpusat di RS Polri

Sebanyak 10 kantung jenazah telah diterima oleh Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh tim forensik.

Kepala Rumah Sakit Polri, Prima Heru, menyampaikan bahwa seluruh jenazah yang diterima berjenis kelamin perempuan.

“Yang diterima saat ini 10 kantung jenazah. Perempuan semua,” katanya kepada wartawan.


Berita Terkait


News Update