BEKASI TIMUR, POSKOTA.CO.ID - Peristiwa Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL TM 5568A yang tengah berhenti di peron di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 27 April 2026.
Hingga Selasa, 28 April 2026 siang, kecelakaan maut tersebut menyebabkan 15 penumpang menjaga dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan kronologi awal kejadian tersebut. Tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur bermula dari insiden sebuah kendaraan, dalam hal ini taksi listrik yang mengalami mogok di perlintasan sebidang. Akibatnya, memicu rangkaian kejadian beruntun hingga berujung kecelakaan besar.
Insiden pertama terjadi ketika KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper sebuah taksi listrik GreenSM di perlintasan sebidang JPL 85. Benturan ini menyebabkan perjalanan KRL terganggu dan rangkaian tidak dapat melanjutkan operasional secara normal.
Baca Juga: Korban Kecelakaan di Bekasi Timur Bertambah, 10 Jenazah Masih Diidentifikasi
"Saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan kemudian dijalankan sebagai perjalanan luar biasa (PLB) dengan kode 5181. Status ini diberikan karena kereta berhenti berdinas dan harus berjalan di luar jadwal reguler.
Dalam penanganan situasi, petugas selanjutnya menghentikan satu rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 yang tengah menuju Cikarang. Kereta tersebut diberhentikan di peron Stasiun Bekasi Timur sebagai langkah antisipasi di tengah kondisi operasional yang terganggu.
Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya melaju di jalur yang sama. Nahas, kereta jarak jauh tersebut tidak sempat melakukan pengereman hingga akhirnya menabrak keras rangkaian KRL PLB 5568 yang sedang berhenti.
Baca Juga: Korban Tewas Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang
Benturan terjadi dengan kekuatan besar, bahkan dilaporkan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek sampai menembus salah satu gerbong KRL, termasuk gerbong khusus wanita. Pascatabrakan, proses evakuasi langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
"Setiap terjadinya kecelakaan itu pasti akan kami lakukan evaluasi, sehingga harapannya bahwa kita belajar dari apa yang terjadi dan kita memperbaiki ke depannya," kata
Kementerian Perhubungan menyatakan koordinasi intensif terus dilakukan guna memastikan evakuasi berjalan optimal. Penanganan korban dilakukan secara bertahap dan hati-hati, dengan mempertimbangkan keselamatan petugas serta kondisi rangkaian kereta yang rusak parah.
“Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban yang masih ada di dalam kereta api. Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif,” jelas Dudy.
Baca Juga: Pemotor kecelakaan tunggal, meninggal dunia di Margonda Kota Depok
Selain itu, kata Dudy, pihaknya menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara menyeluruh dan independen. Hasil investigasi tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional.
"Kami tidak ingin mendesak atau memburu-buru KNKT karena mereka memiliki metodologi dalam melakukan investigasi kecelakaan kereta api,” kata Dudy.
Sementara itu, Green SM Indonesia sudah dua kali memberikan pernyataan tertulis mengenai insiden tersebut. Namun pada keterangan tertulis pertama, pihaknya Green SM Indonesia tidak menyertakan ucapan belasungkawa atas insiden kecelakaan maut tersebut. Sehingga hal ini menimbulkan kecaman dari netizen terhadap perusahaan taksi hijau tersebut.
Sehingga Green SM Indonesia pun kembali mengunggah pernyataan resmi, tapi kali ini disertai dengan ucapan belasungkawa. Kecaman netizen terhadap Green SM Indonesia bukan hanya perihal dari pernyataan resmi saja. Netizen juga menyoroti Green SM Indonesia dalam mengelolah akun media sosialnya.
"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," tulis Green SM Indonesia di media sosialnya.
Menurut perusahaan insiden kecelakaan ini masih dalam proses investigasi. Sehingga belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Selanjutnya perusahaan akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi relevan dan mendukung investigasi. (man)
