Kisah Pilu Nuryati, Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Hendak Jenguk Anak Sakit di Cikarang

Selasa 28 Apr 2026, 19:38 WIB
Anak korban kecelakaan Commuter Line vs KA Argo Bromo Angrek sedang bersiap memakamkan sang ibu, Selasa, 28 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Anak korban kecelakaan Commuter Line vs KA Argo Bromo Angrek sedang bersiap memakamkan sang ibu, Selasa, 28 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Suasana duka menyelimuti rumah duka Nuryati, 63 tahun, salah seorang korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin, 27 April 2026.

Rumah duka berlokasi di Jalan Kalibaru Timur VI Dalam RT 04 RW 08 Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Duka terlihat menyelimuti Halimah, 41 tahun, anak pertama korban. Rawut wajah kesedihan tidak bisa ditutupi lantaran bola mata yang membengkak setelah menangisi kepergian sang ibu.

Halimah menceritakan, awalnya ia mendapatkan kabar dari sang adik bahwa sang ibu pingsan.

Baca Juga: Fixed Block Jadi Sorotan Usai Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo, Begini Cara Kerjanya

"Jadi saya pikir mungkin pingsan biasa, karena penuh keretanya. Pas saya telepon kedua, Mama sudah tidak sedarkan diri," kata Halimah kepada wartawan di lokasi, Selasa, 28 April 2026.

Menurutnya, situasi di kereta sangat mencekam. Penumpang berdesakan berusaha menyelamatkan nyawa.

"Jadi laki-laki yang pada itu pada menyalamatkan diri semua. Sedangkan kalau adik saya sama ponakan saya itu lewat jendela. Kalau mama kan ga mungkin lompat lewat jendela, karena kan beratz besar," ucapnya.

"Jadi Mama cuma lewat pintu doang. Nah itu pun kata adik, tinggal sisa berapa orang doang tuh yang masih di dalam kereta. termasuk Mama saya yang ada di situ," tuturnya,

Baca Juga: Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Pengamat Soroti Sistem Persinyalan

Saat kejadian, ibunya hendak menuju ke Cikarang untuk menengok sang anak yang sedang sakit dan rencananya hendak bermalam.

"Mau ke Cikarang, ke tempat adik saya, mau naik nengokin adik saya yang sakit, di rumah sakit kan dirawat," ujarnya.

Namun, takdir berkata lain. Sang ibu harus pergi untuk selamanya sebelum bertemu buah hatinya di Cikarang.

"Jadi mama enggak ada yang nolongin, jadi laki-laki yang pada itu pada menyalamatkan diri semua," katanya.

Jumlah korban jiwa dalam kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Angrek mencapai 14 orang. Seluruh korban dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi.

Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan. Seluruh korban dipastikan berjenis kelamin perempuan.

Baca Juga: TransJakarta Siapkan Shuttle Bekasi Timur-Bekasi untuk Bantu Penumpang KRL Terdampak

"Operasi SAR bisa kami laksanakan sesuai dengan yang kami harapkan dan tadi pagi pukul 08.00 sudah selesai," pungkas Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi,i. (cr-4)


Berita Terkait


News Update