BEKASI TIMUR, POSKOTA.CO.ID - Proses evakuasi kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur terus mengalami perkembangan, hingga Selasa, 28 April 2026, petugas gabungan masih bekerja intensif untuk menangani dampak insiden tersebut.
Pada sekitar pukul 08.30 WIB, lokomotif dari rangkaian KA Argo Bromo Anggrek berhasil dilepaskan dari gerbong KRL yang sebelumnya tertabrak. Proses pemisahan dilakukan dengan menarik lokomotif menggunakan bantuan lokomotif lain.
Kondisi lokomotif terlihat sudah terpisah, sementara rangkaian KRL yang terdampak mengalami kerusakan cukup berat.
Meski demikian, tahapan evakuasi belum sepenuhnya rampung. Petugas masih berfokus mengevakuasi gerbong KRL yang rusak parah.
Baca Juga: KAI Pastikan Biaya Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Ditanggung Penuh
Sejumlah personel juga melakukan penyisiran di setiap bagian kereta guna memastikan tidak ada korban yang tertinggal di lokasi kejadian.
Di area stasiun, aktivitas penanganan masih berlangsung padat. Ambulans disiagakan di sekitar lokasi, sementara aparat gabungan dari TNI dan Polri turut membantu pengamanan serta pengaturan situasi di lapangan.
Untuk jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah. Hingga pukul 08.45 WIB, total korban tewas mencapai 14 orang akibat tabrakan tersebut.
"Update, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung. Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.
Sebelumnya, kecelakaan maut kereta terjadi di KM 28+920, di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB.
