Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 dapat mencapai 5,7 persen. Angka tersebut menjadi bagian dari target pertumbuhan tahunan sebesar 6 persen pada tahun ini.
Masih adanya waktu hingga akhir Juni 2026 dinilai memberi ruang yang cukup bagi pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi, terutama melalui percepatan realisasi belanja negara dan stimulus sektor produktif.
Surplus Perdagangan dan Konsumsi Domestik Jadi Penopang
Kekuatan ekonomi Indonesia juga tercermin dari posisi eksternal yang tetap solid. Salah satu indikator utamanya adalah surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.
Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi turut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, tingkat inflasi yang terkendali, serta pengelolaan fiskal yang disiplin.
Selain itu, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif rendah serta keberlanjutan program hilirisasi industri dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
