POSKOTA.CO.ID - Nama Daycare Little Aresha tengah menjadi sorotan usai viral di media sosial terkait dugaan tindak kekerasan terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut.
Sejumlah pihak yang diduga berkaitan dengan operasional lembaga tersebut turut diamankan untuk dimintai keterangan.
Kasus ini sendiri pertama kali ramai dibicarakan setelah berbagai unggahan di media sosial menyebut adanya perlakuan tidak layak terhadap anak-anak di daycare tersebut.
Polresta Yogyakarta mengamankan 30 orang dari Daycare Little Aresha, saat penggerebekan di Jalan Pakel Baru Utara Nomor 27, Sorsutan, Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat, 24 April 2026.
"Kita telah mengamankan sekitar 30 orang, secara maraton. Yang ada di Polres ini juga sekitar 30 orang itu, dari tadi malam sampai dengan detik ini juga masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol. Riski Adrian.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peran masing-masing pihak, termasuk pengasuh, pengelola, hingga pihak lain yang diduga mengetahui praktik yang terjadi di dalam daycare tersebut.
Kompol Adrian mengatakan, di Daycare Little Aresha ada 103 anak, untuk yang mengalami tindak kekerasan sekitar 53 orang
Jumlah korban menurutnya dimungkinkan bisa bertambah. Terlebih daycare sudah berjalan cukup lama.
“Pasti (bisa berkembang). Kalau memang ada pengembangan di kasus ini pasti kita kejar,” ungkap dia..
Data tersebut membuat publik semakin terkejut karena jumlah anak yang diduga terdampak cukup besar. Aparat pun membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan, anak-anak tersebut mengalami tindak kekerasan dan tindakan lain yang tidak manusiawi. Rata-rata anak-anak yang mengalami kekerasan berusia di bawah usia 2 tahun.
“Petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya,” ungkapnya.
Seiring mencuatnya kasus dugaan kekerasan, publik mulai mencari tahu siapa pemilik dan pihak yang berada di balik pengelolaan Daycare Little Aresha.
Baca Juga: Viral Rumor Adhisty Zara Hamil? Cek Fakta Unggahan di Threads

Daycare Little Aresha Milik Siapa?
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak lembaga mengenai struktur kepemilikan maupun manajemen.
Namun, dalam struktur organisasi yang beredar di media sosial, muncul sejumlah nama yang diduga terlibat dalam pengelolaan lembaga tersebut.
Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Diyah Kusumastuti. Nama ini disebut-sebut oleh sejumlah akun anonim sebagai sosok Ketua Yayasan atau pemilik utama Daycare Little Aresha.
Tak hanya itu nama lain yang turut di sorot adalah Dr. Cahyaningrum Dewojati, M.Hum turut dikaitkan sebagai penasehat yayasan,
Sementara itu, Little Aresha sendiri merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang menyediakan program Playgroup (PG), Taman Kanak-kanak (TK), serta daycare dengan konsep program plus berbasis kurikulum inovatif dan holistik.
Lembaga ini disebut memiliki tujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Tenaga pengasuh diklaim berpengalaman dan ramah anak, dengan fasilitas yang dirancang untuk menunjang pembelajaran dan stimulasi perkembangan anak usia dini.
Little Aresha menerima anak mulai usia 2 bulan hingga sekitar 8 tahun. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang bermain indoor dan outdoor, ruang tidur berpendingin udara, ruang kelas, hingga layanan konsultasi perkembangan serta kunjungan dokter secara berkala.
Secara operasional, daycare ini buka dari Senin hingga Sabtu dengan jam layanan mulai sekitar pukul 06.30 hingga 18.00 WIB. Lokasi tercatat berada di Jalan Pakel Baru Utara No. 2–3, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta.
Selain itu, sistem pembelajaran yang diterapkan disebut mendukung penggunaan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, dan Jawa, dengan fleksibilitas waktu penjemputan bagi orang tua.
Baca Juga: Viral Video VCS, Clara Shinta Bongkar Isi Chat Mesra Suami
Kronologi Kejadian
Kejadian tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan di platform Threads pada 24 April 2026.
Dalam waktu singkat, informasi tersebut menyebar luas dan memicu rasa penasaran publik, khususnya para orang tua.
Beberapa kesaksian dari wali murid pun mulai bermunculan. Salah satunya mengungkap adanya perubahan perilaku pada anaknya yang menunjukkan ketakutan saat hendak dititipkan.
Hal serupa juga disampaikan oleh wali murid lain berinisial HF. Ia menceritakan bahwa keponakannya yang baru satu hari dititipkan langsung menunjukkan penolakan yang tidak biasa.
Awalnya, keluarga mengira hal tersebut sebagai proses adaptasi yang wajar. Namun, reaksi anak yang berlebihan justru menimbulkan kecurigaan.
Meski tidak ditemukan luka fisik, anak tersebut disebut mengalami trauma secara psikis hingga akhirnya dipindahkan ke tempat penitipan lain.
Dugaan praktik tidak wajar di daycare ini juga disebut-sebut terungkap berkat keberanian seorang pengasuh baru.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, pengasuh tersebut merasa tidak tahan melihat perlakuan terhadap anak-anak yang dianggap tidak layak. Kasus Daycare Little Aresha kini masih terus didalami aparat kepolisian.