PALMERAH, POSKOTA.CO.ID - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Barat menargetkan meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 2026.
Target ini disampaikan Kepala Bapas Jakarta Barat, Raden Mas Kristyo Nugroho usai acara serah terima jabatan (sertijab) di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis, 23 April 2026.
Menurut Kristyo, Bapas Jakarta Barat saat ini telah masuk dalam tahap penilaian awal menuju WBBM, setelah sebelumnya berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2024.
"Target kami tentu melanjutkan capaian yang sudah diraih. Tahun ini kami masuk penilaian awal WBBM, dan ke depan kami optimistis bisa meraih predikat tersebut dengan kerja sama seluruh jajaran," kata Kristyo kepada wartawan, Jumat, 24 April 2026.
Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Majikan Galak Picu PRT Tewas Loncat dari Lantai 4 Kos di Benhil
Ia menyebut, dibutuhkan konsistensi untuk mencapaian WBBM dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar. Selain itu, sinergi dengan para pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting.
Kristiyo mengakui, jabatan barunya sebagai Kepala Bapas menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, selama ini ia lebih banyak bertugas di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan).
“Di Bapas ini perannya lebih luas, bahkan sejak awal proses hukum hingga tahap akhir. Jadi saya harus banyak belajar dan menyesuaikan diri,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum dan media, untuk meningkatkan kinerja Bapas Jakarta Barat ke depan.
Baca Juga: Gadis Pengendara Motor Tewas Mengenaskan Terlindas Ban Truk di Jalan Bomang
Sementara itu, mantan Kepala Bapas Jakarta Barat, Sri Susilarti, menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan baru.
Ia menyampaioan, fondasi yang telah dibangun selama masa jabatannya diharapkan bisa diadaptasi dan dikembangkan.
Selama kepemimpinannya, Bapas Jakarta Barat melakukan berbagai inovasi, termasuk penguatan pembinaan kemandirian bagi klien pemasyarakatan.
Program tersebut meliputi pelatihan keterampilan, kewirausahaan, hingga kerja sama dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah dan komunitas.
Baca Juga: Polisi Tangkap 4 Pria Bandar Obat Keras di Gunung Putri Bogor
“Banyak klien yang sudah mampu mandiri, bahkan membuka usaha sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan meraih predikat WBK tidak lepas dari komitmen seluruh jajaran dalam membangun zona integritas.
"Fokus utamanya adalah memastikan pelayanan publik berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), tanpa biaya, dan bebas pungli," ujar Sri. (pan)