Di sisi lain, Apple dikabarkan mengambil pendekatan berbeda. iPhone Fold disebut memiliki layar yang lebih lebar saat dibuka, mendekati pengalaman tablet mini.
Inovasi terbesar terletak pada teknologi engsel berbahan liquid metal yang diklaim mampu mengurangi bahkan menghilangkan lipatan layar (crease). Jika terealisasi, ini bisa menjadi keunggulan signifikan dibanding kompetitor.
2. Kamera
Pada sektor kamera, Apple cenderung mempertahankan pendekatan minimalis dengan dua sensor utama 48 MP yang mengandalkan optimalisasi software.
Selain itu, terdapat rumor penggunaan kamera di bawah layar (under-display) untuk tampilan yang lebih bersih.
Sebaliknya, Samsung menawarkan konfigurasi yang lebih lengkap. Galaxy Z Fold 8 diprediksi membawa kamera utama 200 MP, ultrawide 50 MP, serta telephoto dengan kemampuan zoom optik.
Keunggulan ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna yang mengutamakan fotografi.
3. Performa
Dalam hal performa, kedua perangkat dipastikan berada di level tertinggi. Apple kemungkinan akan menggunakan chip A20 Pro yang dikenal unggul dalam efisiensi dan kinerja.
Sementara, Samsung mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang menjadi standar baru di perangkat flagship Android.
Dengan spesifikasi tersebut, keduanya mampu menjalankan berbagai aplikasi berat, termasuk multitasking dan gaming, tanpa kendala berarti.
4. Baterai dan Daya Tahan
Dari sisi daya, iPhone Fold dirumorkan membawa baterai sekitar 5.500 mAh. Namun, konsumsi daya layar besar tetap menjadi tantangan.
Samsung hadir dengan kapasitas sekitar 5.000 mAh, tetapi memiliki keunggulan dalam optimalisasi, mengingat pengalaman panjang mereka di segmen foldable.
Hasilnya, keduanya diprediksi menawarkan daya tahan yang relatif seimbang.
