Ilustrasi gas LPG 12 kg. (Sumber: Istimewa)

Nasional

Harga Gas Nonsubsidi Naik, ESDM: Menyesuaikan Harga Pasar

Selasa 21 Apr 2026, 18:39 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara terkait kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi di atas 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan masyarakat.

Adapun Berdasarkan data terbaru PT Pertamina Patra Niaga, harga LPG Bright Gas ukuran 5,5 kg kini berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp134.000 per tabung, sementara LPG ukuran 12 kg berkisar antara Rp220.000 hingga Rp265.000 per tabung, tergantung wilayah.

Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, harga LPG Bright Gas 12 kg dipatok sebesar Rp228.000 per tabung, sedangkan ukuran 5,5 kg berada di angka Rp107.000.

Menanggapi hal tersebut, Bahlil menegaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara LPG subsidi dan nonsubsidi, baik dari sisi ukuran maupun mekanisme penetapan harga.

Baca Juga: Harga LPG 12 Kg Naik Rp228 Ribu, Warga Akui Pengeluaran Dapur Makin Berat

"Itu ada dua jenis LPG. Ada jenis LPG yang 3 kilogram dan ada LPG yang di atas 5 kilogram. Itulah yang membedakan antara LPG yang disubsidi dan LPG yang tidak disubsidi," ujar Bahlil kepada awak media, dikutip Selasa, 21 April 2026.

Bahlil menjelaskan, LPG 3 kilogram yang saat ini tidak mengalami kenaikan harga, merupakan produk bersubsidi yang harganya diatur langsung harganya oleh pemerintah. 

"Nah, kenapa harganya tidak naik? Saya katakan bahwa kita mengatur harga yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya tidak naik itu adalah yang bersubsidi," ujar Bahlil. 

Sementara LPG di atas 3 kilogram, dikatakan Bahlil, yang umumnya digunakan oleh sektor usaha seperti industri, restoran, dan hotel, tidak mendapatkan subsidi dan harganya mengikuti mekanisme pasar.

Baca Juga: Viral! Cara Curang Peserta UTBK 2026 di Undip Bikin Warganet Geram

"Yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri, restoran, hotel. Jadi itu memang tidak kita atur harganya, dia menyesuaikan dengan harga pasar. Begitu, Bos," kata Bahlil. 

Kendati demikian, Bahlil memastikan  ketersediaan stok LPG diatas 3 Kg secara nasional tetap aman dan tidak ada kelangkaan.

"Tapi kalau dibilang harganya langka, saya pikir laporan dari kami, stoknya aman, di atas standar minimum nasional," ungkap Bahlil. 

Lebih lanjut, Bahlil menyebut, harga LPG nonsubsidi sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia. Jika harga global turun, maka harga LPG juga berpotensi ikut turun.

Baca Juga: DPD RI Beri Pernyataan Terkait Dinamika Keamanan dan Konflik di Papua

"Pasti [harga turun jika harga minyak dunia turun]. Jadi kan ada formulasinya. Dulunya itu kan pakai harga Saudi Aramco. Jadi kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, naik," ujarnya. (cr-4)

Tags:
Bahlil Lahadalia Menteri ESDM kenaikan harga gasgas lpg 12 kggas lpg

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor