Kelompok tani GSG 07 Kembangan, Jakarta Barat, meinjau tanaman hidroponik di kebunnya, Senin, 20 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Hadapi Kemarau Panjang, Begini Langkah KPKP Jakarta Jaga Ketahanan Pangan Kota

Selasa 21 Apr 2026, 16:59 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berupaya menjaga ketahanan pangan di perkotaan sebagai langkah mitigasi kemarau panjang.

Kepala Dinas KPKP Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengatakan, mitigasi yang dilakukan di antaranya menginisiasi gerakan menanam tanaman pangan alternatif sebagai pengganti beras.

"Kemudian pemanfaatan lahan idle aset Pemprov untuk penanaman tanaman produktif (tanaman pangan dan hortikultura)," kata Hasudungan dalam keterangannya, Selasa, 21 April 2026.

Kemudian mitigasi lain yang dilakukan yakni optimalisasi sumber daya air yang dimiliki seperti waduk atau embung. Lalu pemilihan varietas tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem.

Baca Juga: Musim Kemarau Tahun Ini Sebabkan Kekeringan di Pandeglang Meluas, Dua Mobil Tengki Air Diterjunkan ke Sindangresmi

"Kemudian penguatan jaringan irigasi perkotaan dan drainase dan pemberian fasilitasi sarana pendukung pertanian," jelas Hasudungan.

Lebih lanjut, Hasudungan menyampaikan, Upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menghadapi krisis air untuk kegiatan pertanian di perkotaan diantaranya melakukan pemanenan air hujan dan air AC hingga melakukan revitalisasi dan pembuatan sumur resapan.

"Lalu penggunaan teknologi pertanian perkotaan yang hemat lahan dan air seperti hidroponik, vertikultur dan vertiminaponik," katanya

Hasudungan menegaskan, penampungan air AC sebagai salah upaya penyediaan air bagi tanaman merupakan metode yang cukup baik.

Baca Juga: Butuh 10 Ribu Liter per Hari, DLH Lebak Kewalahan Sirami Taman Kota Saat Kemarau 

Sebab, pertanian sistem hidroponik merupakan model bentuk teknologi pertanian yang dikembangkan untuk skala perkotaan dengan memanfaatkan air sebagai media dicampurkan dengan nutrisi yang dialirkan secara merata ke seluruh tanaman dengan presisi untuk pertumbuhan tanaman.

Model ini sangat cocok untuk skala lahan dan penggunaan air terbatas.

Air AC dapat ditampung dan digunakan sebagai upaya dalam penyediaan air bagi tanaman hal ini karena air AC bebas klorin dan kloramin, sehingga aman bagi mikroba tanah dan tidak merusak akar.

"Selain itu nilai ppm air AC rendah (< 5 ppm) sehingga cocok untuk dijadikan air baku untuk media hidroponik, sehingga penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi maksimal," tutur dia.

Tags:
ketahanan pangan JakartaDinas KPKP JakartakemarauPemprov Jakarta

Pandi Ramedhan

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor