POSKOTA.CO.ID - Kasus penikaman yang menewaskan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, mulai menemukan titik terang. Kepolisian mengungkap bahwa aksi tersebut dilatarbelakangi motif balas dendam dari para pelaku.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa kedua pelaku mengaku menyimpan dendam terhadap korban. Mereka meyakini Nus Kei sebagai sosok di balik kematian saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Holat di Bekasi beberapa tahun lalu.
“Motif pelaku adalah balas dendam. Kedua pelaku dendam karena korban diyakini sebagai otak di balik pembunuhan saudara mereka,” ujar Rositah, Senin, 20 April 2026.
Peristiwa yang menjadi pemicu dendam tersebut disebut terjadi pada tahun 2020 di kawasan Bekasi, tepatnya di samping Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Jakarta. Kemudian berangkat dari pengakuan pelaku tersebut menjadi salah satu dasar penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
Sebelumnya, insiden berdarah terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 11.25 WIT.
Saat itu, korban baru saja tiba dari Jakarta sebelum tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal. Disebutnya, pelaku melakukan penikaman menggunakan senjata tajam secara tiba-tiba, lalu melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau, kemudian pelaku langsung melarikan diri,” beber Rositah.
Namun sampai dengan saat ini, kata Rositah Umasugi, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Selain itu, penyidik juga mengumpulkan berbagai alat bukti tambahan untuk memperkuat proses penyidikan.