POSKOTA.CO.ID - Perkembangan industri kendaraan niaga di Indonesia menunjukkan tren positif seiring meningkatnya investasi dan penguatan produksi dalam negeri. Salah satu kontribusi datang dari Hino Motors Ltd bersama entitasnya di Indonesia yang terus memperluas peran di sektor ini.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Faisol Riza dengan jajaran manajemen Hino, termasuk Satyakam Arya, Shingo Sakai, serta Hiroshi Terawaki.
Pertemuan tersebut membahas arah pengembangan industri kendaraan komersial, termasuk potensi Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor.
Presiden Direktur Hino Motors Sales Indonesia, Shingo Sakai, menegaskan bahwa penguatan industri tidak hanya dilakukan dari sisi produksi, tetapi juga layanan kepada pelanggan.
“Langkah strategis ini semakin memperkuat posisi Hino sebagai salah satu pemain utama kendaraan niaga di Indonesia. Selain berfokus pada peningkatan produksi lokal, kami juga memastikan dukungan layanan purna jual yang menyeluruh guna menjaga performa kendaraan pelanggan,” ujar Shingo Sakai.
Baca Juga: Hino Luncurkan Bus 4x4 di GIICOMVEC 2026, Cocok untuk Perkebunan dan Tambang
Investasi dan Kapasitas Produksi Terus Ditingkatkan
Dalam diskusi tersebut, Hino memaparkan komitmennya melalui peningkatan investasi yang kini mencapai USD 112,5 juta. Investasi tersebut turut didukung kapasitas produksi hingga 75.000 unit per tahun.
Selain itu, kegiatan manufaktur Hino di Indonesia juga telah menyerap lebih dari 1.500 tenaga kerja, yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional.
Tak hanya berfokus pada pasar domestik, Hino juga melihat peluang besar Indonesia sebagai basis ekspor kendaraan niaga ke pasar regional dan global.
Dengan dukungan rantai pasok lokal yang semakin kuat, langkah ini dinilai dapat meningkatkan daya saing industri otomotif nasional sekaligus memperluas kontribusi terhadap perekonomian.
Peningkatan TKDN Perkuat Industri Lokal
Upaya lain yang dilakukan adalah peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Saat ini, kandungan lokal produk Hino berada di kisaran 44,35 persen hingga 57,26 persen.
Bahkan, untuk beberapa tipe kendaraan tertentu, angka TKDN telah mencapai 71,85 persen. Capaian ini menunjukkan penguatan industri komponen dalam negeri serta keterlibatan lebih besar pelaku industri lokal.
Baca Juga: Posko Lebaran Hino 2026 Resmi Beroperasi, Ini Lokasi dan Fasilitasnya
Fokus pada SDM dan Kolaborasi Industri
Selain sektor produksi, Hino juga mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan vokasi serta kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan.
Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja di industri otomotif, sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Di sisi lain, pemerintah turut mendorong kolaborasi antara pelaku industri dan berbagai pemangku kepentingan guna mengoptimalkan kapasitas produksi nasional.