Petugas PPSU saat berburu ikan sapu-sapu  di aliran kali RW 06, Janur Elok VI Blok QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 17 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

Masif Populasi Ikan Sapu-Sapu, Walhi Jakarta Dorong Perbaikan DAS dan Kualitas Air

Jumat 17 Apr 2026, 17:47 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta menilai, ledakan populasi ikan sapu-sapu dipicu sejumlah faktor lingkungan.

Penyebab utama ledakan populasi tersebut, adalah kerusakan daerah aliran sungai (DAS) oleh alih fungsi lahan yang menghilangkan vegetasi alami.

“Untuk akar masalahnya ada beberapa faktor, salah satunya kerusakan lingkungan, tidak hanya di sungainya tapi juga di DAS. Daerah aliran sungai sudah banyak alih fungsi lahan sehingga vegetasi alami hilang,” kata Ketua Kampanye Walhi Jakarta, Muhammad Aminullah, Jumat, 17 April 2026.

Ia menyebut, hilangnya vegetasi tersebut turut berdampak pada rantai makanan di ekosistem sungai, termasuk menghilangnya predator alami ikan sapu-sapu seperti berang-berang.

Baca Juga: Aksi Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu di Jakbar, Wali Kota Beri Uang ke Partisipan

“Dari situ rantai makanan terganggu dan predator alami seperti berang-berang jadi hilang. Dulu berdasarkan pengakuan komunitas di Ciliwung masih banyak berang-berang, sekarang sudah hampir tidak ada. Ini yang membuat ikan sapu-sapu tidak punya predator alami,” ujarnya.

Selain itu, kondisi kualitas air sungai di Jakarta yang tercemar juga menjadi faktor pendukung berkembangnya ikan sapu-sapu. Menurutnya, sekitar 80 persen sungai di Jakarta dalam kondisi tercemar, sehingga menciptakan lingkungan yang justru menguntungkan bagi ikan sapu-sapu.

“Kondisi air sungai di Jakarta sekitar 80 persen tercemar. Ini membuat ikan sapu-sapu lebih mudah berkembang biak karena dia bisa bertahan di kondisi sungai yang kritis, sementara ikan lain justru tidak bisa bertahan,” ucapnya.

Oleh karena itu, Walhi menekankan, penanganan ikan sapu-sapu tidak bisa hanya mengandalkan penangkapan semata, tetapi pemulihan ekosistem sungai secara menyeluruh.

Baca Juga: Kenapa Ikan Sapu-Sapu Tidak Boleh Dimakan? Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui

“Rekomendasinya tentu tidak hanya menangkap. Kalau hanya fokus menangkap, masalah ini akan muncul lagi karena ikan ini berkembang biak sangat cepat, apalagi di kondisi sungai yang tercemar,” katanya.

Ia mendorong pemerintah mengembalikan fungsi ekologis daerah aliran sungai, termasuk menghadirkan kembali vegetasi alami dan memperbaiki kualitas air agar ekosistem bisa pulih secara alami.

“Perlu perbaikan lingkungan, misalnya daerah aliran sungai dikembalikan fungsinya, ekosistemnya dipulihkan sehingga predator alami seperti berang-berang bisa kembali. Air sungainya juga harus dipulihkan supaya ikan-ikan lain bisa muncul kembali,” tuturnya.

Ia juga mengakui, Walhi belum melakukan penelitian khusus terkait ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta.

"Kalau penelitian soal ikan sapu-sapu sendiri kita belum pernah melakukannya ya di sungai-sungai di Jakarta," pungkasnya. (cr-4)

Tags:
ikan sapu-sapuWalhi Jakarta

Tim Poskota

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor