POSKOTACOID - Daftar nama mahasiswa IPB yang ada dalam grup chat mesum berisi sejumlah pesan dugaan pelecehan verbal terhadap perempuan saat ini sedang ramai disorot publik.
Setelah heboh kasus dugaan pelecehan lewat grup chat yang dilakukan mahasiswa FH UI, satu persatu kasus serupa yang terjadi di beberapa universitas ternama di Indonesia mulai ikut terkuak.
Kini, publik dibuat geram dengan kasus dugaan pelecehan seksual melalui grup chat yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) Institut Pertanian Bogor (IPB).
Baca Juga: Isi Chat Oknum Guru Besar UNPAD Seperti Apa? Viral Mahasiswi Exchange Diduga Jadi Korban Pelecehan
Dalam sejumlah unggahan yang beredar luas di media sosial, terlihat tangkapan layar grup chat yang diduga menyeret sejumlah mahasiswa TMB IPB angkatan 59 tahun 2022.
Isi grup chat yang viral itu diunggah oleh akun X @ipb_menfess dan seketika menuai sorotan publik. Dalam ruang obrolan tersebut terpampang percakapan bernada vulgar dan mesum yang melecehkan para mahasiswi.
"TMB-59 IPB juga ternyata punya grup yang isinya ngelecehin sesama anak kampus," tulis akun @ipb_menfess, seperti dikutip pada Kamis, 16 April 2026.
Dari pantauan tim redaksi, sejumlah mahasiswa yang ada dalam grup tersebut saling bertukar pesan dengan kalimat tak pantas yang mengobjektifikasi perempuan.
Baca Juga: Isi Grup Chat Mahasiswa TMB IPB Jadi Sorotan, Kampus Turun Tangan Dalami Kasus
Bukan hanya itu, para mahasiswa juga disebut mengedit foto para perempuan menjadi gambar tak senonoh dan membagikannya ke dalam grup tersebut.
Hal ini pun lantas menuai reaksi keras dari warganet yang menilai tindakan tersebut tak pantas karena melanggar etika dan moral, serta tidak mencerminkan perilaku seseorang yang berpendidikan.
Siapa Saja Mahasiswa TMB IPB yang Ada di Grup Chat Mesum?
Dalam unggahan tersebut, tidak disebutkan dengan gamblang siapa saja terduga pelaku pelecehan yang ada dalam grup chat mesum itu.
Namun, bila melihat pada tangkapan layar grup yang dibagikan, tertera sejumlah nama yang diduga ikut melakukan pelecehan verbal kepada para mahasiswi.
Berikut ini nama sejumlah mahasiswa IPB yang diduga berada dalam grup chat mesum dan terseret isu pelecehan verbal.
- Pratama Ketang
- Riza
- Purba
- Abram
- Kevin
- Irfan
- Ilham
- Alvian
- Briyan
- Abdul
- Andika
- Budi
- Nafis
- Mahesa
- Farsa
- Verdi
Korban Diduga Dapat Ancaman

Unggahan yang viral ini semakin menarik perhatian publik lantaran pihak yang mengaku sebagai korban mengungkapkan bahwa ia sempat mendapatkan ancaman dari para pelaku.
Korban disebut mengalami tekanan mendalam setelah harus menahan perasaan takut karena dugaan pelecehan verbal ini selama bertahun-tahun.
Dalam narasi yang dibagikan, korban lalu menjelaskan bahwa ia mendapatkan ancaman dari pelaku sehingga dirinya tidak berani melaporkan hal tersebut kepada pihak kampus.
"Disuruh kekeluargaan aja," kata korban dalam narasi yang beredar di media sosial.
"Padahal kita semua mau up ke menfes," lanjutnya.
"Mereka bilang gimana kalau departemen jelek," sambungnya.
"Kita udah forum pun minta ketang copot jabatan ga dicopot karena katanya ga bakal lulus sapa," tambahnya lagi.
Menanggapi kasus yang sedang viral di media sosial saat ini dan menyeret mahasiswanya, Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB, Alfian Helmi, menegaskan pihak kampus mengecam segala bentuk perilaku yang merendahkan harkat dan martabat manusia.
Alfian mengungkapkan bahwa pihak kampus saat ini tengah melakukan pengusutan untuk mencari kebenaran terkait kasus yang ramai diperbincangkan publik.
"Terkait adanya laporan dugaan kasus pelecehan seksual di kalangan mahasiswa yang diperbincangkan di media sosial, IPB University mengecam segala bentuk perilaku yang merendahkan harkat dan martabat manusia. Saat ini IPB University tengah melakukan langkah-langkah penanganan terhadap dugaan kasus pelecehan seksual dimaksud," kata Alfian dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Alfian mengatakan, jika terbukti ada pelanggaran yang dilakukan para mahasiswa seperti yang beredar di masyarakat, maka pihak kampus akan mengambil langkah tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Setiap bentuk pelanggaran terhadap tata tertib kehidupan kampus akan kami proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," sambungnya.