POSKOTA.CO.ID - Puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim menjelang Hari Raya Idul Adha.
Ibadah ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijah, atau sehari sebelum perayaan Idul Adha, dan dikenal memiliki keutamaan besar bagi siapa saja yang mengamalkannya.
Selain sebagai bentuk ibadah, puasa Arafah juga diyakini dapat menghapus dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW berikut:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menjadi penebus (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya,” (HR. Muslim No. 197).
Baca Juga: Apa Itu Zina Muhsan? Ini Hukuman, Dalil, dan Syarat Rajam dalam Islam
Perkiraan Jadwal Puasa Arafah 2026
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Penetapan ini juga sejalan dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menyebutkan bahwa 10 Zulhijah 1447 H bertepatan dengan tanggal tersebut.
Dengan demikian, puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Zulhijah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Meski begitu, tanggal ini masih bersifat sementara dan belum final.
Penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk menentukan awal bulan Zulhijah. Sidang tersebut biasanya dilaksanakan pada akhir bulan Zulkaidah.
Baca Juga: Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Pengadilan Militer
Bacaan Niat Puasa Arafah dan Puasa Sunnah Lainnya
Seperti ibadah puasa sunnah lainnya, puasa Arafah diawali dengan niat pada malam hari dan dilaksanakan sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
Menjelang Idul Adha, umat Muslim juga dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah lainnya seperti puasa Zulhijah dan puasa Tarwiyah. Berikut bacaan niatnya:
Niat puasa Zulhijah (1–7 Zulhijah):
- Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah ta’ala”.
Niat puasa Tarwiyah (8 Zulhijah):
- Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala”.
Niat puasa Arafah (9 Zulhijah):
- Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
- Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala”.
Baca Juga: Prof. Achmad Sepakat dengan BNN, Vape Disebut Bisa Jadi Media Narkotika
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah memiliki sejumlah keutamaan yang menjadikannya sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Selain pahala yang berlipat ganda, ibadah ini juga menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, setiap amal ibadah akan dilipatgandakan pahalanya. Khusus pada hari Arafah, Allah SWT disebut lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka dibandingkan hari-hari lainnya.
Keutamaan terbesar dari puasa ini adalah penghapusan dosa selama dua tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadis. Oleh karena itu, puasa Arafah menjadi kesempatan berharga bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan memahami jadwal, niat, dan keutamaannya, puasa Arafah diharapkan dapat menjadi amalan yang tidak dilewatkan oleh umat Muslim dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.