Ilustrasi Ban menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor (Sumber: PT WMS)

OTOMOTIF

Jangan Asal Ganti! Ban Motor Besar Ternyata Bisa Ganggu Keselamatan

Senin 13 Apr 2026, 18:00 WIB

POSKOTA.CO.ID - Ban merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor yang kerap dianggap sepele. Padahal, perannya sangat vital karena berfungsi menopang beban kendaraan, menjaga kestabilan, meredam getaran, hingga memastikan daya cengkeram tetap optimal saat berkendara.

Dengan fungsi krusial tersebut, kondisi dan ukuran ban seharusnya selalu sesuai standar agar keselamatan tetap terjaga di jalan.

Tren Ban Besar Kian Diminati

Belakangan ini, tren modifikasi motor dengan penggunaan ban berukuran lebih besar semakin populer. Banyak pengendara menilai tampilan motor menjadi lebih gagah dan menarik.

Namun di balik perubahan visual tersebut, terdapat sejumlah konsekuensi teknis yang tidak bisa diabaikan. Penggunaan ban yang tidak sesuai standar berpotensi memengaruhi performa hingga aspek keselamatan.

Fenomena ini turut menjadi perhatian PT Wahana Makmur Sejati (WMS), selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang. Melalui edukasi yang dilakukan, masyarakat diingatkan agar tidak sembarangan melakukan modifikasi, terutama pada komponen vital.

Baca Juga: Wahana Artha Group Bagikan 1.500 Paket Sembako dan Donor Darah Berkelanjutan

“Kami selalu menyarankan pengguna sepeda motor menggunakan ukuran ban sesuai standar pabrikan. Hal ini karena setiap komponen kendaraan sudah dirancang dengan perhitungan teknis yang saling berkaitan untuk memastikan performa dan keselamatan,” ujar Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi.

Dampak Penggunaan Ban Lebih Besar

Ilustrasi tren modifikasi motor dengan penggunaan ban berukuran lebih besar semakin populer. (Sumber: PT WMS)

Mengganti ban dengan ukuran lebih besar memang tidak sepenuhnya dilarang. Namun, ada sejumlah risiko yang perlu dipahami sebelum melakukan perubahan tersebut.

Tarikan Motor Lebih Berat

Ukuran ban yang lebih besar meningkatkan bidang kontak dengan jalan. Akibatnya, gaya gesek bertambah dan mesin harus bekerja lebih keras, sehingga akselerasi terasa lebih lambat.

Konsumsi Bahan Bakar Meningkat

Beban kerja mesin yang bertambah membuat kebutuhan bahan bakar ikut meningkat. Efisiensi pun menurun dibandingkan penggunaan ban standar.

Handling Kurang Responsif

Perubahan ukuran ban dapat memengaruhi karakter pengendalian. Motor bisa terasa lebih berat saat dikendalikan, terutama ketika bermanuver atau melewati tikungan.

Pengereman Kurang Optimal

Distribusi beban yang berubah berpengaruh pada sistem pengereman. Risiko yang muncul adalah jarak pengereman menjadi lebih panjang dari kondisi normal.

Komponen Kaki-Kaki Cepat Aus

Beban tambahan akibat ban besar membuat komponen seperti suspensi bekerja lebih keras. Dampaknya, potensi keausan menjadi lebih cepat.

Risiko Gesekan dengan Bodi

Tanpa penyesuaian yang tepat, ban berukuran besar bisa bergesekan dengan spakbor atau bagian bodi lain. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan sekaligus membahayakan saat berkendara.

Baca Juga: Mudik Naik Motor? Wahana Hadirkan Bale Santai Honda di Jalur Menuju Merak

Wahyu Budhi kembali menegaskan pentingnya mempertimbangkan aspek teknis sebelum melakukan modifikasi.

“Penggunaan ban yang tidak sesuai standar bisa berdampak pada banyak aspek, mulai dari performa hingga keselamatan. Risiko seperti handling yang berubah, pengereman yang tidak optimal, hingga potensi kerusakan komponen bisa terjadi jika tidak diperhitungkan dengan baik,” tambahnya.

Melalui edukasi ini, pengendara diharapkan lebih bijak dalam memodifikasi kendaraan. Tidak hanya mengejar tampilan, tetapi juga memastikan setiap perubahan tetap mendukung keselamatan dan performa motor secara keseluruhan.

Tags:
PT Wahana Makmur Sejatiban motortips otomotif

Erwan Hartawan

Reporter

Guruh Nara Persada

Editor