POSKOTA.CO.ID - Mantan anggota DPR RI, Akbar Faisal, meluapkan kekecewaannya setelah membeli mobil listrik BYD Seal Premium.
Keluhan tersebut ia sampaikan melalui akun media sosial pribadinya, menyusul masalah serius yang dialami kendaraan sejak awal pemakaian dan belum terselesaikan hingga berbulan-bulan.
Masalah Muncul Sejak Awal Pemakaian
Akbar menjelaskan bahwa unit tersebut dibeli pada Desember 2025 melalui skema pembiayaan dari Clipan Finance.
Namun, tak lama setelah digunakan, mobil sudah menunjukkan gejala tidak normal saat dikendarai. Ia menyebut kondisi kendaraan terasa tidak stabil atau “oleng joget”.
"Saya beli mobil BYD Seal premium di Kantor penjualan Sudirman secara kredit via leasing Clipan Finance. Desember 2025. Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yang dipilih BYD saling lempar tanggungjawab," tulisnya di akun media sosial, dikutip Minggu, 12 April 2026.
Baca Juga: BYD Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Februari 2026, Honda Brio Turun Posisi
Perbaikan Tak Tuntas, Masalah Justru Membesar
Upaya perbaikan yang dilakukan disebut tidak membuahkan hasil. Mobil bahkan sempat berada di bengkel lebih dari dua bulan, namun kondisi tidak kunjung membaik.
Akbar menilai terjadi kesalahan dalam analisis kerusakan yang membuat situasi semakin buruk. Hingga kini, persoalan tersebut telah berjalan selama hampir empat bulan tanpa kepastian.
"Dua bulan lebih mobil saya tak jelas nasibnya. Hingga ditangani bengkel mereka. Ternyata mereka salah analisa dan jogetnya makin parah. Saya kembalikan ke mereka lagi. Sudah masuk bulan ke-4 tanpa kejelasan," lanjutnya.
Cicilan Tetap Ditagih Meski Mobil Bermasalah
Di tengah permasalahan tersebut, Akbar juga menyoroti sikap pihak leasing yang tetap melakukan penagihan cicilan. Ia mengaku masih memenuhi kewajiban hingga Maret 2026, namun memilih menghentikan pembayaran mulai April karena merasa dirugikan.
Menurutnya, penagihan dilakukan secara intensif melalui banyak nomor telepon, bahkan hingga mengirimkan surat peringatan.
"Namun per April, saya tak mau bayar. Pihak Clipan Finance seperti orang gila menelepon menagih. Mereka gunakan puluhan nomor, kuabaikan," imbuhnya.
Baca Juga: Desain BYD Atto 3 Facelift Terdaftar di DJKI, Ini Bocoran Perubahannya
Somasi Dilayangkan, Minta OJK Bertindak
Merasa tidak mendapatkan solusi, Akbar Faisal akhirnya melayangkan somasi kepada tiga pihak, yakni BYD, Clipan Finance, serta Asuransi MAG.
Ia juga meminta perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan agar persoalan tersebut segera ditangani secara serius.
"Hari ini pula saya telah kirim somasi kepada tiga pihak ini: @BYDCompany, @clipan_official, @Asuransimag_. Segera bertanggungjawab. Saya meminta @OJKRI mulai bekerja serius menangani perusahaan payah seperti ini. Itu tugas kalian. @kemenkeu @DPR_RI," tegasnya.