Sejumlah warga saat menghadiri Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

DPRD DKI Nilai Lebaran Betawi Penting untuk Jaga Tradisi dan Silaturahmi

Sabtu 11 Apr 2026, 15:03 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Bamus Betawi, Riano P Ahmad, menegaskan bahwa perayaan Lebaran Betawi merupakan agenda rutin yang memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan memperkuat identitas budaya masyarakat Betawi di Jakarta.

Menurut Riano, kegiatan Lebaran Betawi tidak hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus wujud kearifan lokal masyarakat Betawi setelah menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri.

“Lebaran Betawi merupakan agenda kegiatan rutin pemerintah daerah bersama masyarakat Betawi, dalam hal ini Bamus Betawi dan Majelis Kaum Betawi. Ini adalah Lebaran Betawi yang ke-18. Tentunya dalam setiap kegiatan Lebaran Betawi itu, yang pertama adalah silaturahmi, kearifan lokal dari masyarakat Betawi ketika setelah berpuasa, berlebaran, dan juga melakukan hantaran,” ujar Riano kepada Poskota, Sabtu, 11 April 2026.

Ia menjelaskan, salah satu tradisi utama dalam Lebaran Betawi adalah hantaran atau nyorog, yakni pemberian bingkisan dari anak kepada orang tua sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang. 

Baca Juga: Lebaran Betawi Akan Digelar Rutin Tiap Tahun, Pramono Pertimbangkan Waktu di Sore Hari

Tradisi ini, kata dia, juga memiliki makna simbolis dalam kehidupan sosial masyarakat Betawi.

“Tradisi utama Lebaran Betawi itu hantaran atau nyorog, memberikan hantaran dari anak kepada orang tuanya, seperti dari Walikota kepada Gubernurnya. Itu adalah acara tradisi utamanya, dan juga di samping itu menampilkan atraksi-atraksi budaya, lalu juga menyajikan acara kuliner, dan juga acara-acara lain yang tidak kalah menarik,” ungkap Riano.

Lebih lanjut, Riano memandang bahwa keberadaan Lebaran Betawi juga memiliki peran strategis dalam mendukung Jakarta menuju kota global. 

Ia menyinggung amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menegaskan bahwa budaya Betawi merupakan budaya utama di Jakarta, berdampingan dengan budaya lainnya.

Baca Juga: Lebaran Betawi 2026, Pramono Dorong Pelestarian Budaya dan Siapkan Beasiswa untuk Generasi Muda Betawi

“Ya, seperti amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 bahwa budaya utama Kota Jakarta adalah budaya Betawi dan budaya-budaya lainnya. Menuju kota global, salah satu credit point atau kriteria menuju kota global adalah identitas budaya," ucap Riano

"Jakarta sebagai ibu kota yang hari ini masih jadi ibu kota tentunya harus bisa menampilkan budaya khas masyarakatnya,” sambungnya.

Ia pun mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif, tidak hanya dalam melestarikan, tetapi juga mengembangkan budaya Betawi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Dalam hal ini saya mendorong kepada seluruh stakeholder yang ada dapat berpartisipasi aktif, dapat juga bukan hanya melestarikan tapi mengembangkan budaya Betawi yang ada. Tentunya bisa dikurasi dengan keadaan situasi saat ini,” katanya.

Baca Juga: Foke Soroti Lebaran Betawi 2026: Momentum Perkuat Identitas dan Persatuan Warga Jakarta

Sebagai anggota DPRD, Riano menilai bahwa perhatian terhadap budaya Betawi perlu ditingkatkan agar tetap menjadi identitas utama Jakarta dan mampu bersaing dengan budaya lain di tengah arus globalisasi.

“Jadi saya sebagai anggota DPRD melihat perlu perhatian yang sangat khusus agar budaya Betawi di Jakarta bisa menjadi budaya utama dan juga tidak kalah saing dengan budaya-budaya lain. Makanya saya menyambut baik Pak Gubernur ini begitu peduli dan perhatian terhadap kebudayaan Betawi yang ada,” ungkapnya. (cr-4). 

Tags:
budaya BetawiJakarta kota global Lebaran BetawiRiano P AhmadDPRD DKI Jakarta

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor