POSKOTA.CO.ID - Kasus dugaan modus tukar bayi yang mencuat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi perhatian serius publik.
Peristiwa itu mencuat ke publik setelah seorang ibu bernama Nina Saleha membagikan pengalamannya melalui media sosial TikTok.
Dalam unggahannya, ia mengaku melihat bayinya berada dalam gendongan orang lain saat dirinya tidak berada di ruang NICU.
Nina sendiri merupakan warga asal Cimahi yang menjalani proses persalinan melalui rujukan medis.
Ia melahirkan anaknya pada 1 April 2026 di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Minggu, 5 April 2026, bayinya dirujuk ke RSHS untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Setelah videonya viral, Nina kembali membagikan tanggapan dari pihak rumah sakit melalui akun TikTok @nindy5760 pada Kamis, 9 April 2026.
Melalui unggahan tersebut, dirinya memperlihatkan tangkapan layar percakapan dengan pihak RSHS.
"Selamat sore. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, untuk keluhan bapak/ ibu akan kami bantu sampaikan ke bagian terkait. Untuk membantu kami dalam pelaporannya mohon infokan nama pelapor, nomor rekam medis, dan nama lengkap pasien," tulis pesan dari RSHS.
Menanggapi hal tersebut, Nina kemudian mengirimkan kronologi lengkap terkait dugaan kasus yang dialaminya. Pihak rumah sakit pun memberikan balasan lanjutan.
"Terima kasih untuk informasinya, untuk keluhan bapak/ ibu akan kami bantu sampaikan ke bagian manajemen terkait," jelasnya.
Selain itu, pihak rumah sakit juga meminta nomor kontak untuk tindak lanjut komunikasi.
Nina mengaku, bersyukur atas respons yang diberikan, meskipun berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait.
"Alhamdulillah udah ada jawaban mudah-mudahan ada tindakan dari RS-nya apalagi sampai Pak Dedi turun karena ini rumah sakit besar, takutnya terulang dan atau ada sindikat berdagangan bayi. Hati-hati ya para ibu-ibu, jangan sampai anak kalian ngalamin seperti anak saya, mudah-mudahan di usut dan ditangani," ungkap dia.
Di tengah viralnya kasus tersebut, tak sedikit yang mencari tahu siapa pemilik RS Hasan Sadikin Bandung. Berikut status kepemilikannya.
RS Hasan Sadikin Bandung Milik Siapa?
Berdasarkan informasi dari wikipedia yang dikutip pada Kamis, 9 April 2026, RSHS merupakan rumah sakit vertikal yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.
Sebagai rumah sakit umum pusat (RSUP), RSHS berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di sektor kesehatan.
Sebelumnya, rumah sakit ini berbentuk perusahaan jawatan (Perjan). Lokasinya berada di Kota Bandung, Jawa Barat, dan menjadi salah satu fasilitas kesehatan rujukan utama di wilayah tersebut.
RSHS juga memiliki sejarah panjang. Sebelum menggunakan nama saat ini, rumah sakit ini dikenal sebagai Rumah Sakit Rancabadak. Nama tersebut masih familiar di kalangan masyarakat Bandung hingga kini.
Nama Hasan Sadikin sendiri diambil dari sosok dr. Hasan Sadikin, yang merupakan mantan direktur rumah sakit tersebut.
Baca Juga: Viral Video Dea Store Meulaboh di TikTok, Apa Isi Sebenarnya?
Pemerintah menetapkan nama tersebut pada 8 Oktober 1967 sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya di bidang kesehatan dan perjuangan kemerdekaan.
Saat ini, RSHS dipimpin oleh Direktur Utama dr. H. Rachim Dinata Marsidi. Rumah sakit itu sendiri telah berkembang menjadi fasilitas kesehatan berstandar internasional dan menjadi pusat rujukan utama di Jawa Barat.
Selain itu, RSHS juga berperan sebagai rumah sakit pendidikan yang menjadi tempat praktik bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran serta sejumlah institusi pendidikan kesehatan lainnya.