POSKOTA.CO.ID - Pemanfaatan kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami perkembangan signifikan. Jika sebelumnya lebih banyak digunakan untuk mobilitas perkotaan, kini teknologi tersebut mulai merambah sektor industri berat seperti pertambangan dan perkebunan.
Langkah ini dinilai sebagai fase baru dalam transformasi kendaraan listrik nasional, terutama untuk kebutuhan operasional berskala besar dengan intensitas tinggi.
Fokus pada Kendaraan Komersial
JAC Motors Indonesia menegaskan bahwa saat ini fokus utama perusahaan berada di segmen kendaraan komersial. Sektor tambang dan logistik menjadi target utama karena memiliki kebutuhan operasional yang berlangsung secara rutin setiap hari.
“Untuk saat ini kami memang fokus di kendaraan komersial, terutama untuk kebutuhan industri seperti pertambangan dan logistik,” ujar COO JAC Motors Indonesia, Reggie Kurnia di ajang GIICOMVEC 2026, JI Expo Kemayoran, Jakarta.
Tantangan Medan Ekstrem Jadi Perhatian
Masuknya kendaraan listrik ke sektor industri berat bukan tanpa tantangan. Berbeda dengan penggunaan di perkotaan, kendaraan harus mampu menghadapi kondisi ekstrem seperti jalan berlumpur, tanjakan curam, hingga perubahan cuaca yang tidak menentu.
Baca Juga: Indomobil JAC Perkenalkan Truk Listrik MetroMover N35 Berpendingin di SIAL Interfood 2025
Namun, JAC menilai teknologi yang dimiliki saat ini sudah cukup mampu menjawab kebutuhan tersebut. Kendaraan listrik yang mereka tawarkan diklaim tetap optimal digunakan di berbagai kondisi medan berat.
Selain itu, tersedia juga berbagai mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan. Hal ini memudahkan pengemudi dalam menjaga traksi kendaraan tanpa perlu pengaturan yang rumit.
Peluang Besar di Sektor Perkebunan

Tidak hanya sektor tambang, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai potensial di industri perkebunan. Hal ini didukung oleh pola operasional yang cenderung terukur dan tidak terlalu fluktuatif.
Dengan kemampuan jarak tempuh hingga ratusan kilometer dalam sekali pengisian, kendaraan listrik dapat digunakan tanpa harus melakukan pengisian daya setiap hari.
Untuk mendukung operasional di lokasi terpencil, JAC juga menyediakan solusi pengisian daya yang fleksibel, termasuk skema tanpa investasi awal untuk penyediaan charger.
Pentingnya Adaptasi Sumber Daya Manusia
Meski teknologi terus berkembang, JAC menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia tetap menjadi faktor penting dalam penggunaan kendaraan listrik, terutama di sektor berat.
Baca Juga: Panduan Lengkap GIICOMVEC 2026: Registrasi, Jam Buka, dan Lokasi Parkir
“Teknologi memang membantu, tapi tetap dibutuhkan pemahaman dari pengemudi, terutama saat menghadapi kondisi ekstrem di lapangan,” kata Reggie.
Perkuat Kolaborasi dan Jaringan
Dalam upaya memperluas pasar di Indonesia, JAC Motors menjalin kerja sama strategis dengan Indomobil Group. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari penguatan layanan purna jual di berbagai wilayah.
Sejumlah model kendaraan listrik turut diperkenalkan, seperti Trekker T9 EV yang dirancang untuk kebutuhan medan berat, Urban Mover N90 EV untuk distribusi logistik, serta Metro Mover N35 EV yang menyasar mobilitas perkotaan.
Seluruh kendaraan tersebut kini telah dirakit secara lokal di Jakarta guna mendukung percepatan transisi menuju energi bersih di Indonesia.
“Seluruh unit andalan kami kini telah dirakit secara lokal di Jakarta untuk mendukung transisi bersih di Indonesia,” tegas Reggie.
Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik
Sebagai bagian dari strategi penetrasi pasar, JAC Motors juga menghadirkan berbagai program untuk mempermudah pelaku usaha beralih ke kendaraan listrik.
Baca Juga: GIICOMVEC 2026 Resmi Dibuka, 14 Merek Kendaraan Komersial Ramaikan JIExpo
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor industri, sekaligus mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan.