Ilustrasi. Apa itu El Nino Godzilla? Fenomena El Nino super kuat ini berpotensi sebabkan cuaca panas, kekeringan, hingga kebakaran hutan di Indonesia. (Sumber: Pexels/Pyae Phyo Aung)

Nasional

Apa Itu El Nino Godzilla? Ini Prediksi Terjadi dan Dampaknya bagi Indonesia

Senin 06 Apr 2026, 15:00 WIB

POSKOTA.CO.ID - Perubahan iklim global kembali menjadi perhatian serius setelah muncul istilah “El Nino Godzilla” yang ramai dibicarakan. Fenomena ini disebut-sebut memiliki kekuatan jauh lebih besar dibandingkan El Nino biasa dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Istilah “El Nino Godzilla ” digunakan untuk menggambarkan kondisi El Nino yang mengalami penguatan signifikan. Dampaknya tidak hanya terasa pada suhu udara, tetapi juga memengaruhi pola hujan, musim kemarau, hingga potensi bencana alam.

Melansir dari akun Instagram resmi @brin_indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bahkan telah memberikan peringatan dini terkait potensi kemunculan fenomena ini pada pertengahan tahun 2026.

Dengan skala yang besar, masyarakat diimbau untuk mulai memahami dampaknya agar dapat melakukan antisipasi sejak dini.

Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Kemenhaj Peringatkan Modus Haji Ilegal

Apa Itu El Nino Godzilla dan Dampaknya

El Nino Godzilla merujuk pada fenomena El Nino yang mengalami penguatan signifikan. Secara umum, El Nino adalah kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.

Ketika fenomena ini menguat, distribusi awan dan hujan ikut berubah. Awan cenderung berkumpul di wilayah Samudra Pasifik, sehingga negara seperti Indonesia justru mengalami penurunan curah hujan. Dampaknya, musim kemarau bisa berlangsung lebih panjang, panas, dan kering.

Istilah “Godzilla” digunakan karena skala fenomenanya yang besar serta dampaknya yang dinilai tidak bisa dianggap remeh. Informasi ini juga diungkap melalui unggahan resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Potensi Kenaikan Suhu hingga 2 Derajat Celsius

Menurut penjelasan Erma Yulihastin, seorang profesor riset di BRIN, fenomena ini berpotensi meningkatkan suhu udara hingga sekitar 1,5 hingga 2 derajat Celsius.

Kenaikan suhu tersebut memang tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berlangsung bertahap seiring dengan penguatan El Nino sejak awal kemunculannya. Namun, dampaknya bisa terasa signifikan dalam jangka waktu tertentu.

Prediksi Kemunculan Mulai April 2026

Sinyal awal kemunculan El Nino diperkirakan mulai terlihat pada April 2026. Meski demikian, hingga akhir Maret, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Memasuki April, intensitas hujan diprediksi mulai menurun secara bertahap. Kondisi ini ditandai dengan berkurangnya awan dan meningkatnya cuaca kering, yang menjadi awal dari musim kemarau yang lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kebijakan Baru WFH bagi ASN Tiap Jumat Mulai April 2026: Soroti Layanan Publik yang Harus Tetap Beroperasi

Peran IOD Positif yang Memperkuat Dampak

Selain El Nino, fenomena lain yang turut berpengaruh adalah Indian Ocean Dipole (IOD) positif. IOD positif terjadi ketika suhu permukaan laut di wilayah barat Indonesia, terutama sekitar Sumatra dan Jawa, mengalami pendinginan.

Hal ini menyebabkan pembentukan awan semakin berkurang dan curah hujan menurun drastis. Kombinasi antara El Nino kuat dan IOD positif inilah yang berpotensi memperparah kondisi kemarau di Indonesia.

Hujan Masih Mungkin Terjadi di Awal Transisi

Meskipun El Nino diprediksi mulai aktif pada April 2026, perubahan cuaca tidak akan langsung terjadi secara ekstrem. Hujan masih mungkin turun hingga akhir Maret di berbagai wilayah.

Namun setelah itu, intensitas hujan akan terus menurun. Cuaca kering dan panas diperkirakan akan semakin dominan, terutama pada siang hari.

Baca Juga: Kereta Whoosh Sempat Berhenti Akibat Benda Asing, KCIC Pastikan Operasional Tetap Aman

Dampak Berbeda di Setiap Wilayah Indonesia

Dampak El Nino Godzilla tidak akan dirasakan secara merata di seluruh Indonesia. Wilayah selatan ekuator seperti Pulau Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi mengalami kondisi yang lebih kering. Risiko yang muncul antara lain kekeringan, suhu udara tinggi, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Sebaliknya, wilayah utara ekuator seperti sebagian Kalimantan dan Sumatra bagian utara justru masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Dalam kondisi tertentu, hal ini bahkan dapat memicu banjir.

Godzilla El Nino menjadi fenomena yang perlu diwaspadai karena potensi dampaknya yang luas terhadap cuaca di Indonesia. Dengan kombinasi El Nino kuat dan IOD positif, masyarakat di berbagai daerah diimbau untuk mulai bersiap menghadapi kemungkinan perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.

Tags:
cuaca ekstremIOD positifDampak El Nino GodzillaApa Itu El Nino Godzilla El NinoEl Nino GodzillaBRIN

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor