JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-12 dengan mengusung tema ‘Melangkah Lebih Jauh, 12 Tahun Menghubungkan Kehidupan Jakarta’ di Halte TransJakarta Tosari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Maret 2026.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang TransJakarta dalam mentransformasi diri dari sekadar moda transportasi menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat ibu kota.
Direktur Utama Welfizon Yuza menyampaikan bahwa peringatan ini memiliki makna strategis, mengingat TransJakarta telah melalui 22 tahun layanan dan 12 tahun sebagai entitas perusahaan.
“Tahun ini menjadi momen penting bagi TransJakarta. Kita melihat satu hal yang semakin jelas, bahwa TransJakarta telah melangkah lebih jauh dari sekadar moda transportasi menjadi sistem yang menghubungkan kehidupan kota, menghubungkan aktivitas, peluang, dan harapan masyarakat Jakarta,” ujar Welfizon dalam sambutannya.
Baca Juga: Sudin SDA Jakarta Barat Pasang Bronjong Tangani Tanggul Jebol di Anak Kali Angke Cengkareng
Welfizon menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta kolaborasi berbagai pihak yang terus memperkuat layanan. Menurutnya, fondasi yang dibangun para pendahulu menjadi pijakan penting dalam proses transformasi yang kini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Perjalanan ini tidak terlepas dari arah kebijakan Pemprov DKI Jakarta serta kolaborasi berbagai pihak. Kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi hingga TransJakarta berada di titik hari ini,” ujar Welfizon.
Welfizon menyebut, selama 12 tahun terakhir, TransJakarta menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama dari sisi jangkauan layanan. Dari sekitar 300 ribu pelanggan per hari pada 2014, kini jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 1,4 juta pelanggan per hari pada awal 2026.
Secara keseluruhan, layanan ini telah menjangkau 92,4 persen populasi Jakarta dengan total 413 juta perjalanan sepanjang 2025.
Baca Juga: Ada Penutupan Jalan di Jakarta Sore Ini, Cek Daftar Ruas dan Rekayasa Lalin
“Kita tidak hanya menghubungkan titik, tetapi menghubungkan kehidupan. Kita mendorong mobilitas yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Welfizon.
Selain perluasan jangkauan, dikatakan Welfizon, inovasi menjadi pilar utama dalam pengembangan layanan. Transformasi dilakukan di berbagai lini, mulai dari kemudahan akses bagi pelanggan melalui aplikasi TJ TransJakarta, hingga penguatan sistem operasional seperti Sintra.
Pengembangan sumber daya manusia juga dilakukan melalui TJ Academy, serta inovasi bisnis melalui TJ Store, TJ Radio, dan Open Top Tour.
“Artinya, inovasi bukan hanya di depan, tapi juga di belakang layar,” ungkapnya.
Baca Juga: Waspada Macet Sekitar GBK Hari Ini, Ada Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Lebih lanjut, dia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, TransJakarta juga memperluas layanan melampaui batas administratif Jakarta melalui jaringan TransJabodetabek.
Enam rute baru yang dibuka pada 2025 telah melayani lebih dari 4,5 juta pelanggan. Pengembangan ini berlanjut pada 2026, termasuk rute Cawang-Cikarang untuk mendukung mobilitas pekerja kawasan industri.
Selain itu, layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta juga mendapat respons positif dengan sekitar 18,9 ribu pelanggan dalam 13 hari awal operasional.
“Ini menegaskan bahwa mobilitas tidak berhenti di dalam kota dan TransJakarta hadir sebagai penghubung kawasan metropolitan,” katanya.
Di sisi inklusivitas, Welfizon mengungkapkan, program Kartu Layanan Gratis bagi 15 golongan masyarakat turut memberikan dampak signifikan, dengan total 25 juta perjalanan sepanjang 2025. Kebijakan ini mempertegas komitmen pemerintah dalam memastikan akses transportasi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Secara ekonomi, keberadaan TransJakarta juga memberikan efek berganda. Welfizon menyebut, setiap Rp1 triliun subsidi yang diberikan mampu menciptakan dampak ekonomi hingga Rp3,2 triliun.
Baca Juga: 803 Napi Rutan Salemba Terima Remisi Idulfitri, 13 Langsung Bebas
“Ini mempertegas bahwa transportasi publik bukan sekadar biaya, tetapi investasi sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mencapai target net zero emission pada 2050, TransJakarta juga terus melakukan elektrifikasi armada.
Hingga 2025, jumlah bus listrik telah mencapai 470 unit dan ditargetkan seluruh armada beralih menjadi bus listrik pada 2030. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan. Dengan dukungan anggaran sekitar Rp4,87 triliun pada 2026 dari Pemprov DKI Jakarta serta dukungan kebijakan dari DPRD, TransJakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan kuat dari Pak Gubernur, jajaran Pemprov, serta DPRD DKI Jakarta yang konsisten mendukung transformasi layanan ini,” ujar Welfizon.
Welfizon mengakui bahwa perjalanan TransJakarta masih memiliki tantangan dan kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun, ia memastikan bahwa pihaknya akan terus berbenah demi meningkatkan kepercayaan publik.
“Kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan, dan untuk itu kami mohon maaf serta akan terus melakukan perbaikan. Ke depan, TransJakarta akan terus melangkah lebih jauh, memperluas jangkauan, memperkuat layanan, dan memastikan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jakarta,” kata dia. (cr-4)